Awalnya Jumat (17/11/2023) tengah malam kemarin sekitar pukul 23.17 WITA, ZL datang dengan seorang perempuan berinisial NY, berusia 48 tahun, ke sebuah hotel di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir.
Setelah memesan kamar, keduanya pun langsung beristirahat. Dan sekira pukul 01.00 WITA, NY memberitahu kepada karyawan hotel bahwa teman lelakinya tersebut tidak sadarkan diri. Karyawan hotel yang dimintai tolong NY pun langsung menuju kamar, yang sebelumnya dipesan ZL tersebut, untuk mengecek.
Pasca mengecek ZL di kamarnya, karyawan hotel ini pun langsung menghubungi pemilik hotel, tak berselang lama si owner pun tiba dengan seorang dokter, kemudian memeriksa kondisi ZL yang ternyata sudah tidak bernafas dan denyut nadi tidak ada.
Atas kejadian itu pihak hotel langsung menghubungi Polsek Samarinda Seberang. Tak lama kepolisian bersama Unit Relawan Inafsi Polresta Samarinda pun tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), guna dilakukan olah TKP awal.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Samarinda Seberang, AKP Bitab Riyani mengatakan berdasarkan keterangan NY bahwa antara dirinya dan ZL adalah pasangan kekasih, yang sudah dua tahun menjalin hubungan.
Bitab menjelaskan, sebelumnya sekitar pukul 22.30 WITA ZL ini mendatangi NY ke rumahnya, dengan mengendarai sepeda motor dan mengajak ke rumah almarhum di kawasan Loa Janan Ulu.
"Tetapi, saat di jalan ZL mengatakan ke pacarnya, untuk beristirahat sebentar di hotel," tuturnya saat dikonfirmasi Sabtu (18/11/2023) hari ini.
Saat di hotel, ZL beristirahat sambil memegang tangan NY dan NY menanyakan kenapa tangan almarhum dingin, tetapi ZL menjawab tidak apa-apa.
Setelah itu, NY menanyakan kapan mereka akan ke rumah almarhum dan pertanyaan itu beberapa kali di tanyakan ke ZL. "Tetapi almarhum selalu menjawab masih capek dan mau beristirahat sebentar. Terus NY mendengar ZL mendengkur dan matanya terbuka, melihat itu teman perempuannya langsung meminta bantuan karyawan hotel," jelas Bitab.
Dari hasil pemeriksaan awal dan keterangan saksi-saksi, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh almarhum. "Dugaannya dia meninggal akibat serangan jantung, karena mengkonsumsi obat kuat," sebutnya.
Barang bukti yang diamankan botol minumal air mineral, satu pil obat kuat serta lainnya. "Jadi, satu kemasan itu berisi dua pil obat kuat dan satu sudah diminum korban," tutup Bitab.
Dan sekitar pukul 04.30 WITA jenazah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), dengan menggunakan ambulans relawan.
Editor: Aspian Nur