Dua petugas mencurigai seorang pria dengan gerak gerik mencurigakan sekira pukul 14.00 WITA, dengan mengendarai sepeda motor Honda ADV. Lantaran sangat mencurigakan, akhirnya petugas mengamankan pelaku atas nama Idris (42) dan saat digeledah, benar saja, ternyata ditemukan 16 poket sabu-sabu dengan berat total 4,07 gram bruto, dari tutup tangki BBM sepeda motor.
Pasca penangkapan tersebut, pelaku pun langsung digelandang ke Polsek Samarinda Seberang guna proses lebih lanjut. Dari hasil interogasi petugas bahwa, pelaku memperoleh barang haram ini dari seseorang bernama Muchtar yang tinggal di Jalan Rapak Indah, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang.
Atas keterangan Idris pun dilakukan pengembangan terhadap Muchtar di kediamannnya sekitar pukul 21.30 WITA. Proses penangkapan terhadap Muchtar ternyata tak berjalan mulus, lantaran pelaku tersebut sempat hendak melarikan diri dari petugas, hingga harus memberikan tembakan peringatan.
Hingga akhirnya pelaku berhasil diringkus saat hendak kabur melalui pintu belakang, yang ternyata petugas sudah berjaga. Dari Muchtar ini petugas mengamankan barang bukti berupa 47 poket sabu-sabu seberat 9,65 gram bruto, dua unit handphone, dua buku catatan hasil penjualan sabu-sabu, buku rekening.
Ternyata, dari pengakuan Muchtar ini ia memiliki dua anak buah lagi yang memang bertugas mengedarkan barang haram tersebut, yakni Asri (27) dan Muhlis alias Usri (41) yang tinggal di Jalan HAM Rifaddin, Perum Rindang Luhur, Loa Janan Ilir, dari keduanya petugas mengamankan satu buku rekapan hasil penjualan, dua alat hisap (bong) serta dua unit handphone
"Jadi, para pelaku ini merupakan jaringan yang sudah beraksi sejak 2022 lalu dan baru diamankan," ungkap Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Samarinda Seberang, AKP Bitab Riyani, Rabu (15/11)2023) hari ini.
Bitab menambahkan bahwa peran dari masing-masing pelaku yakni Muchtar selaku bandar yang memberikan sabu-sabu kepada anak tiga anak buahnya, Idris, Asri dan Usri. "Muchtar ini bandarnya, jadi anak buahnya kalau barang habis ya ambil ke rumahnya," sebutnya.
Ketiga bawahan Muchtar tersebut sudah memiliki sasaran penjualan masing-masing, yakni pekerja tambang, sawit dan sopir-sopir truk ekspedisi. "Kalau tambang ini kan di kawasan Kukar, Sawit di Kutim dan sopir truk di kawasan Samarinda," bebernya.
Ditanya terkait asal barang yang diperoleh Muchtar, saat ini masih dalam pengembangan. "Karena kan untuk memperoleh barang itu dia menggunakan sistem jejak (diletakkan di suatu tempat). Jadi, dia itu terima sudah berupa poketan siap edar," pungkasnya.
Editor: Maruly Z