"Kalau terkait fenomena antrean yang mengular di SPBU akhir-akhir ini, itu bukan hanya di Samarinda saja ya, Balikpapan juga terjadi dan dimana-mana. Sehingga, kami mencoba menganalisis apa penyebabnya, apakah ada pengurangan kuota pertalite di Samarinda atau hal lainnya," ungkap perwira tiga melati itu saat ditemui di ruang kerjanya Mapolresta Samarinda, Selasa (14/11/2023) sore tadi.
Untuk itu, pihaknya pun telah berkoordinasi dengan Pertamina, dan untuk kuota di Kota Tepian tidak ada pengurangan jatah BBM pertalite. "Jadi, kemungkinan ada hal lain, seperti adanya oknum pengetap BBM, tentu ini akan diantisipasi, ya sebenarnya ini sudah dilakukan, karena beberapa kali sudah ditindak. Ya, bisa jadi mereka ini kan main 'kucing-kucingan'," sebutnya.
"Sehingga saya mengimbau kepada oknum yang ingin menyalahgunakan BBM, mengurungkan niatnya, karena yang pertama merugikan, kedua berbahaya karena sering terjadi kebakaran dan ketiga melanggar hukum," sambungnya.
Selain dugaan ada oknum pengetap, Kapolresta juga menduga kemungkinan adanya lonjakan kendaraan bermotor. "Apakah ada yang datang dari luar daerah, atau kendaraan baru, bisa jadi data pertamina belum diupdate dan masih menggunakan data lama. Tentunya, mereka (Pertamina) akan mengevaluasi itu, sehingga bisa menjadi pedoman kami kedepannya untuk penambahan kuota," bebernya.
Tak hanya itu saja, kemungkinan lain adanya antrean yang mengular, kata Ary bisa juga diakibatkan jam operasional SPBU yang terbatas. "Karena kalau dilihatkan ada SPBU yang buka siang hari, padahal dari subuh sudah mengantre. Artinya kan kalau misalnya buka 24 jam atau buka lebih pagi, tentu bisa mengurangi antrean," terangnya.
Sehingga, pihaknya berharap dalam pengawasan ini bisa saling bersinergi, bukan hanya dari kepolisian, tetapi SPBU dan masyarakat juga ikut mengawasi. "Jadi, kalau memang ada yang seperti itu (pengetap) bisa segera melaporkan ke kami," tutupnya.
Editor: Maruly Z