Jasad tersebut ditemukan di parit yang dangkal dengan lebar sekitar satu meter dalam posisi tertelungkup mengenakan pakaian lengkap dengan ciri baju kaos motif garis biru putih dan celana pendek coklat dan memakai sendal hanya di kaki kiri.
Dari pantauan Korankaltim.com di lokasi, kepolisian dari Unit Patroli Beat 110, Polsek Sungai Kunjang, Inafis Polresta Samarinda, Babinsa dan relawan sudah berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Babinsa Lok Bahu, Sertu Sulistiyo yang ditemui di lokasi menjelaskan terkait penemuan jasad tersebut. "Jasadnya sudah kaku, mungkin sudah meninggal kurang lebih 3 jam," kata Sulistiyo.
Belakangan diketahui jasad itu adalah Liu Djan Khiong, pria berusia 61 tahun warga Jalan Revolusi II, RT.31,Gang Mahoni, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang.
"Saat hidup almarhum mengalami permasalahan keluarga, dia mau poligami, tetapi tidak direstui oleh sang istri, sehingga mengalami depresi," ungkap Sulistiyo lagi.
Karena mengalami depresi tersebut almarhum kerap ling lung dan sering berjalani kaki sendirian kemana-mana. "Sudah sering kami membantu mengevakuasi dan dijemput keluarganya. Terakhir tanggal 17 Oktober, dia dibawa ke Polresta Samarinda," terangnya.
Berdasarkan informasi warga sekitar, terakhir kali Liu Djan Khiong terlihat saat ibadah salat Ashar sore kemarin. "Pas jam salat Ashar keterangan warga dia terakhir terlihat di simpang tiga Pesantren Nabil Husein," pungkasnya.
Jenazah Liu Djan Khiong sudah dievakuasi oleh relawan Inafis Polresta Samarinda dan PMI, ke kamar janazah Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Wahan Sjahranie (RSUD AWS).
Dugaan penyebab kematian almarhum saat ini masih dalam penyelidikan kepolisian Polsek Sungai Kunjang sementara lokasi penemuan jasad dipasang garis polisi.
Editor: Aspian Nur