Ketua Forum Komunikasi Ponpes Kukar, KH Shobrun mengatakan, kecelakaan terjadi akibat mobil yang membawa rombongan santri mengalami pecah ban saat melintas di kawasan jalur poros Tenggarong Seberang-Samarinda.
"Masih belum tahu pasti, tapi informasi yang didapat, ban mobil pecah sehingga oleng dan terbalik," kata KH Shobrun saat dihubungi korankaltim.com.
Menurutnya, kecelakaan terjadi saat rombongan santri Nurul Islam Tenggarong Seberang ini hendak menghadiri peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2023 di halaman Kantor Bupati Kukar. “Saya baru dapat kabar setelah kegiatan ini,” ujarnya.
Salah seorang staf ponpes mengatakan jasad korban, MZ telah dibawa ke Samarinda untuk dikebumikan.
"Sementara santri lainnya kondisinya baik-baik saja, hanya luka lecet," kata seorang staf yang enggan disebutkan namanya.
Ia enggan menjelaskan kronologi kecelakaan itu. "Untuk kejadian detailnya bisa menghubungi pengasuh pesantren," katanya.
Terpisah, Kepala Kantor Kemenag Kukar, Nasrun menambahkan bahwa kendaraan rombongan santri tidak terbalik saat terjadi pecah ban.
"Pecah ban tidak terbalik, tapi slip, anak-anak yang ada di pick up itu terpental, kebetulan santri yang meninggal itu kepalanya terkena marka jalan. Pak Bupati dan Pak Sekda kemarin juga sudah berkunjung ke rumah duka, pihak keluarga sudah menerima ikhlas kejadian ini," tegasnya.
Sementara Kapolsek Tenggarong Seberang AKP Iswanto membenarkan kecelakaan itu. “Benar terjadi laka lantas. Pihak keluarga sudah menerima kejadian ini,” singkat Iswanto.
Editor: Maruly Zainuddin