Api membakar beberapa rumah yang membuat warga panik. Petugas pemadam kebakaran serta relawan yang tiba di lokasi tidak bisa langsung melakukan upaya penyemprotan karena listrik saat itu belum padam. Setelah listrik padam, dengan sigap petugas serta relawan langsung menyemprotkan air.
Api dengan cepat membesar karena rata-rata bangunan bermaterial kayu, membuat tujuh rumah terbakar, masing-masing lima rumah yang juga jadi tempat usaha di RT 05 dan dua rumah tunggal di RT 03.
Warga sekitar Bernama Nurul kepada Korankaltim.com pagi tadi menjelaskan, dirinya terbangun hendak buang air kecil namun mendengar suara rebut di luar rumah dan keluar untuk memastikan apa yang sedang terjadi.
"Ternyata api itu sudah besar di depan rumah saya, saya langsung bangunkan anak-anak menyuruh mereka keluar," kata Nurul.
Pemilik rumah dari asal api muncul juga sudah keluar untuk menyelamatkan diri. "Yang punya rumah seorang nenek, mungkin berusia sekitar 80 tahunan, dia tinggal dengan keponakannya tetapi saat kejadian keponakannya itu tidak pulang. Asal apinya dari rumah si nenek, dari kamar kosong," ujar wanita 40 tahun ini.
Sementara Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda, Hendra AH mengatakan pemadaman berlangsung kurang lebih dua jam. “Kami menemui beberapa kendala yaitu minim sumber air dan akses jalan sempit, selain itu banguna rata-rata dari kayu, sehingga api dengan cepat membesar," kata Hendra.
Dari tujuh bangunan yang terbakar ada total 40 jiwa dari delapan kepala keluarga (KK). "Dugaanya kami belum tahu, ini masih dalam penyelidikan kepolisian, tetapi kalau asal api informasinya dari rumah warga di RT 03," tutup Hendra.
Editor: Aspian Nur