Diduga DL melakukan aksi bunuh diri sebelum ditemukan tak bernyawa di muara sungai Jembatan Kuning Jalan Trikora, Kelurahan Handil Bakti, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda yang dipicu masalah asmara hingga beban menyelesaikan skripsi saat kuliah pada satu universitas di Samarinda.
Jasad DL sendiri baru diketahui oleh pihak keluarga setelah datang ke kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Wahab Sjahranie (RSUD AWS) dan menyebutkan kalau DL sebelumnya sempat dilaporkan ke Mapolresta Samarinda karena hilang.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Palaran Kompol Zarma Putra, yang dikonfirmasi Korankaltim.com Jumat (15/9/2023) hari ini menjelaskan hal tersebut.
"Jasadnya sudah dikenali orangtua almarhumah di rumah sakit, wania itu warga Handil 2 Muara Jawa," ujar Ary.
Dari hasil penyelidikan yang dilakukan baik dari pemeriksaan saksi-saksi maupun barang bukti dari pesan di telepon seluler almarhumah didapat informasi ada dugaan DL meninggal karena terjun ke sungai.
"Indikasinya seperti itu, karena sebelum mengakhiri hidupnya dari pesan di ponselnya, dia bersama pacarnya sempat bertengkar," ungkap Ary.
Dugaan ini pun diperkuat dengan pernyataan pesan di ponselnya kepada ibu almarhumah yang meminta maaf. "Almarhuham sempat mengirim pesan WhatsApp ke ibunya, bilang minta maaf dan mau bunuh diri," ucap Ary lagi.
Pesan singkat kepada orangtuanya itu membuat pihak keluarga almarhumah pun panik terlebih setelah itu DL sudah tidak bisa dihubungi. "Dia langsung dihubungi keluarganya tetapi tidak diangkat," ujar Ary.
Selain itu berdasarkan keterangan warga sekitar, ada yang mengaku sempat melihat seorang perempuan berdiri di pinggir sungai Jembatan Kuning Kamis (14/9/2023) sekitar pukul 03.00 WITA dini hari. "Ada warga sekitar yang melihat, tetapi dikira makhluk halus (hantu)," ujarnya.
Sempat tersiar kabar pula, bahwa jasad perempuan muda itu merupakan korban rudapaksa.
"Tetapi itu tidak benar. Hasil penyelidikan dan pemeriksaan pada jasad korban tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan dan motifnya itu indikasinya masalah asmara, ditambah beban skripsinya yang sudah terlambat," pungkas Ary.
Sebelumnya diberitakan jasad perempuan muda, ditemukan tak bernyawa di muara sungai Jalan Trikora, Kelurahan Handil Bakti, Kecamatan Palaran, tak jauh dari Jembatan Kuning, Kamis (14/9/2023) kemarin sekitar pukul 14.30 WITA.
Perempuan yang awalnya tanpa identitas itu sempat meninggalkan sepasang sendal jepit, tepat di tepian anak sungai serta satu unit sepeda motor Mio Seoul GT KT 3916 OV warna merah putih.
Bagi pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kencenderungan
pemikiran bunuh diri, segera berkonsultasi dengan prikolog, psikiater,
atau klinik kesehatan mental.
Editor: Aspian Nur