Di ruko itu, 10 karyawan toko diduga menghisap gas beracun monoksida dari mesin genset yang ada di dalam toko. Ironisnya, saat tim medis dari PMI Samarinda datang untuk memberikan bantuan, tiga anggota mereka juga mengalami hal serupa, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Staf Tim Rescue Disdamkar Samarinda Iwan kepada Korankaltim.com di lokasi sore tadi menjelaskan, sebelum kejadian kondisi lampu sedang padam. "Dugaannya mereka keracunan gas monoksida dari mesin genset yang berada di lantai tiga. Kami menerima laporan dan datang, saya telusuri ke atas benar ada genset, tetapi sudah dimatikan dan tidak ada ventilasi terbuka," ujar Iwan.
Disdamkar segera mengambil langkah cepat dengan memecahkan kaca yang ada di lantai tiga supaya ada sirkulasi udara. "Ada dua kaca jendela yang dipecahkan, supaya ada udara masuk," terangnya.
Kondisi mereka yang terpapar gas monoksida setengah sadar dan tidak sadarkan diri. "Bahkan ada yang mules, sampai muntah-muntah. Mereka rata-rata karyawan, sekitar 10 orang dan tiga lagi dari tim medis," sebut Iwan
Mereka yang terkena gas beracun saat ini tengah dilalukan penganan di rumah sakit. Sementara staf PMI Samarinda Budi Haryanto mengatakan memang ada anggota yang mengalami sesak nafas. "Tetapi sudah aman," katanya.
Saat mendapatkan informasi tersebut, pihaknya langsung menuju ke lokasi dan melakukan pertolongan awal. "Awalnya tidak tahu penyebabnya, jadi kami menolong secepat mungkin, kami evakuasi yang dari atas ke bawah, karena sirkulasi yang paling bagus ada di bawah, sementara proses menunggu evakuasi itu, mungkin teman-teman kami ada yang menghirup gas beracun," ujar Budi.
Mereka yang menghisap gas mengalami sesak nafas dan kesadaran menurun. "Ada 10 orang kami evakuasi ke rumah sakit, sisanya dari tim medis," terangnya.
Saat itu posisi genset disebut Budi berada di dalam ruangan. "Seharusnya genset ditaruh di ruang terbuka, sedangkan ini genset diletakkan di ruang tertutup," ucap Budi.
Editor: Aspian Nur