Ponsel Dijambret, Mahasiswi Malah Tabrak Tiang Listrik Saat Mengejar di Samarinda Seberang Tadi Malam
1 menit baca889 kali dibaca

Penulis: Nancy
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Apes benar nasib Imelda, mahasiswi yang kuliah di sebuah Perguruan Tinggi di Kota Samarinda ini.
Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, sudah pun mengalami peristiwa penjambretan Imelda juga harus menerima kenyataan motornya ringsek karena menabrak tiang listrik saat hendak mengejar si penjambret.
Peristiwa itu dialaminya Kamis (31/8/2023) malam tadi sekitar pukul 20.45 WITA di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Gunung Panjang, Kecamatan Samarinda Seberang dan viral karena videonya beredar di media sosial.
Dikonfirmasi terkait kejadian itu, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Samarinda Seberang AKP Izdiharuddin Faris mengakui memang ada kasus penjambretan yang dialami seorang mahasiswi.
Diceritakannya, saat itu Imelda datang dari arah Jembatan Mahakam menuju ke arah kampusnya. Dalam perjalanan itu ponsel milik Imelda berdering karena ditelepon keluarganya.
Imelda sambil berkendara mengangkat telepon dan setelah selesai meletakkan ponselnya di dashboard motor sebelah kiri.
Tiba-tiba ada pria tak dikenal yang mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter MX warna hitam mengenakan pakaian serba hitam dan memakai helm memepet Imelda dari sebelah kiri dan langsung mengambil ponsel dari dashboard motor.
"Korban sadar handphonenya diambil langsung mengejar pelaku tetapi saat mendekat ke jalan yang menikung tiba-tiba sepeda motor Honda Scoopy yang dikendarainya menabrak tiang listrik," jelas Faris kepada Korankaltim.com Jumat (1/9/2023) hari ini. "Untungnya dia tidak mengalami luka dan hanya motornya saja yang rusak parah," sambungnya.
Momen jatuhnya Imelda karena menabrak tiang listrik terekam dan beredar di media sosial membuat polisi langsung bergerak namun ternyata Imelda sudah tidak ada di lokasi kejadian. "Kami cari sudah tidak ada, ternyata dia langsung ke kampusnya dan diantar temannya ke Polresta Samarinda untuk melapor," jelas Faris.
Editor: Aspian Nur










