Dalam catatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda, di bulan Juli 2023 lalu sudah terjadi 12 kali kebakaran di Kota Tepian yang membuat Kepala Disdamkar Samarinda Hendra AH meminta masyarakat waspada karena dicuaca panas saat terjadi kebakaran api bisa dengan cepat berkobar.
"Sejak awal bulan hingga saat ini ada 12 kejadian kebakaran yang rata-rata diakibatkan arus pendek listrik," jelas Hendra kepada Korankaltim.com Rabu (2/8/2023) hari ini.
Hendra menyebut musibah kebakaran yang terjadi rata-rata akibat kelalaian manusia atau human error. "Penyebabnya itu variasi, tetapi rata-rata korsleting listrik. Itu pun termasuk kelalaian dari manusianya, misalnya tidak rutin mengecek daya listrik dan kabel yang semrawut. Jadi 95 persen kelalaian manusia," sebut Hendra.
Ditambah dengan rumah warga di Samarinda masih banyak yang bermaterial kayu. "Membuat api cepat menyebar, berbeda ketika sudah beton, ada beberapa kejadian hanya dalam kamar saja, yeng terbakar," ungkapnya.
Meski begitu Disdamkar terus berupaya untuk melakukan pencegahan dengan memberikan sosialisasi agar masyarakat waspada terhadap musibah kebakaran.
"Saat memasak jangan ditinggalkan, karena rata-rata kejadian juga banyak akibat kompor menyala. Apar (alat pemadam api ringan) diusahakan ada di rumah," tutup Hendra.
Editor: Aspian Nur