Direktur Lalu Lintas Polda Kaltim, Komisaris Besar Polisi Sonny Irawan mengatakan, setidaknya ada 50 personel Bintara Pelayanan Regident Ditlantas Polda Kaltim yang terlibat dalam pelatihan ini.
Selain dari internal kepolisian, kegiatan ini juga melibatkan pihak eksternal, diantaranya Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Balikpapan, dan Juru Bahasa Isyarat dari Komunitas Semangat Muda Tuli (Semut) Balikpapan.
Tujuan utama kegiatan ini adalah melatih kemampuan bahasa isyarat bagi personel jajaran Ditlantas Polda Kaltim, agar mereka dapat memberikan pelayanan terbaik kepada teman-teman tuli yang memerlukan bantuan di bidang lalu lintas, seperti pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM), pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
"Juga pengurusan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), tilang dan lainnya di lingkungan Ditlantas Polda Kaltim,"ucap Kombes Pol Sonny Irawan, Kamis (27/7/2023).
Selain itu, lanjut Sonny dalam sesi tanya jawab para peserta diajak untuk berbagi pengalaman, keluhan, serta hambatan-hambatan yang pernah dialami ketika membutuhkan pelayanan di bidang lalu lintas.
Harapan dari teman-teman komunitas tuli terhadap pelayanan polri, khususnya di bidang lalu lintas, juga diungkapkan untuk menjadi bahan pertimbangan dalam peningkatan pelayanan ke depan. "Hasil dari kegiatan pelatihan ini sangat positif. Peserta pelatihan berhasil memahami bahasa isyarat dasar pelayanan dan mampu mempraktekkan saat melakukan pelayanan lalu lintas di wilayahnya,"ungkap Sonny.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga berhasil menjalin komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang baik antara Ditlantas Polda Kaltim dengan Gerkatin dan Komunitas Semut. Dengan adanya kolaborasi ini, Sonny berharap pihaknya dapat lebih memahami kebutuhan serta memberikan solusi yang lebih baik dalam pelayanan lalu lintas bagi penyandang disabilitas tuna rungu atau tuli.
Sebagai tindak lanjut, pendataan penyandang tuna rungu atau tuli di wilayah Kaltim yang memenuhi persyaratan untuk pembuatan SIM akan dilakukan, dan dijadwalkan pelatihan ujian SIM teori dan praktek, serta pelaksanaan pembuatan SIM kolektif disabilitas tuna rungu/tuli di Kaltim. "Diharapkan, hal ini akan berkontribusi dalam memberikan pelayanan yang lebih baik dan profesional kepada penyandang disabilitas tuna rungu atau tuli,"pungkasnya.
Editor : Maruly Zainuddin