Mereka datang untuk mengadukan nasib karena diduga telah menjadi korban penipuan pembelian emas disebuah toko Kawasan KM 4,5 Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara sore tadi.
IP, ibu muda berusia 24 tahun satu diantara emak-emak yang diduga telah dibohongi oleh pemilik toko emas atas pembelian kalung emas dengan kandungan emas 37,5 persen menjelaskan, saat diperiksa ke toko lainnya kandungan emas pada kalungnya hanya 20 persen saja.
"Saya baru tahu setelah lihat postingan viral penipuan emas di sosial media. Kebetulan saya juga beli ditoko itu emasnya, jadi pas saya mau jual emas itu baru tau kalau kandungan emasnya tidak sesuai,"kata IP kepada Korankaltim.com ditemui di Polresta Balikpapan sore tadi.
IP mengeluarkan uang senilai Rp1,3 Juta untuk sebuah kalung emas yang dibelinya di toko tersebut. IP yang tak terima pun sempat mendatangi toko tersebut, namun saat tiba ditoko, kondisinya tengah tutup dengan plang nama yang tak lagi menempel pada ruko tersebut.
Kesal dengan kondisi itu, IP pun mendatangi Polresta Balikpapan untuk melaporakan dugaan penipuan tersebut.
Tak jauh berbeda dengan IP, emak-emak lainnya yakni SI diduga turut menjadi korban penipuan ditoko yang sama dengan IP. Saat itu ia membeli dua cincin dan satu kalung emas seharga Rp1,2 Juta dari toko tersebut.
Namun saat hendak menggadaikan emas itu ke toko lain, SI ditolak karena emas itu bukan emas asli. Menurut SI emas itu merupakan emas muda dan hanya bisa dijual ditoko tempatnya membeli.
Ibu berusia 26 tahun itu juga sempat mendatangi toko emas itu, namun kondisi toko saat itu tutup. Ia tak tahu alasan toko tersebut tutup, hanya saja serupa dengan PI, SI sempat melihat postingan viral disosial media bahwa toko tempatnya membeli emas itu telah banyak diduga menjadi korban penipuan.
"Saya sempat mau gadai, tapi ditolak sama toko emas. Jadi saya mau jual ke toko tempat saya beli, malah tutup," kata SI.
Menurut SI, toko itu tak hanya menjual emas, ada sejumlah usaha lainnya yang dijalankan seperti menjual perabotan dan warung makan. Namun, keduanya juga tutup saat didatangi. Sebagian warga bahkan ada yang telah menjual emas itu kembali ketoko semula namun uang yang dibayarkan baru setengahnya, pihak toko hanya memberikan janji akan melunasi sisa pembayaran, namun setelah beberapa hari terlewat pihak toko belum juga melunasi sisa pembayaran.
Editor: Aspian Nur