Menurut keterangan sopir taksi online, Edi (39) mengatakan, saat itu dirinya melihat ada angkot berhenti hendak mengangkut penumpang, sehingga ia pun ikut berhenti di belakangnya lantaran tak bisa lewat.
Kemudian, ia melihat ke arah spion dari arah belakang, tepat jalan turunan ada truk melaju kencang dari arah Loa Bakung menuju kota dan tiba-tiba menabrak kendaraannya. Karena tak bisa menghindar, mobilnya ditabrak dan ikut menumbuk angkot yang ada di depannya."Saya mau menghindar tidak bisa, karena di depan ada angkot, sebelah kanan ada mobil dan di kiri itu parit," sebutnya.
Akibat insiden itu, seorang pejalan kaki tewas terlindas truk dan mobil miliknya mengalami ringsek parah di bagian depan dan belakang. "Itu ada korban satu orang terlindas truk, mungkin itu orang mau menunggu angkot. Saat itu saya bawa penumpang, untung saja tidak apa-apa, dia syok, mobil saya saja yang rusak parah," tutupnya.
Sementara itu, M Isran (51) sopir angkot mengatakan, saat itu dirinya berjalan pelan dari turunan gunung, dan melihat orang seperti hendak menyeberang jalan, sehingga ia menghentikan angkotnya. "Saya kaget, tiba-tiba dari belakang langsung ditabrak, saya dari Pasar Kemuning mau ke arah kota," ujarnya.
Ia mengaku saat itu kejadian terjadi begitu cepat dan memang sebelum menabrak angkot miliknya, truk sudah menghantam mobil Daihatsu Sigra warna merah yang merupakan taksi online. "Sebelum angkot saya ditabrak, ada mobil di belakang saya ditabrak duluan," katanya.
Usai tertabrak, karena masih merasa kaget, ia tak tahu setelah itu. "Saya tidak tahu pasti, korban yang terlindas itu sedang berdiri atau menyeberang. Truk tidak bisa mengendalikan, mungkin dia banting setir ke kiri hingga menabrak orang (korban), nah itu korban di bawah ban dan terseret, korbannya itu laki-laki, sepertinya warga sekitar," pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin