Menurut keterangan salah satu warga sekitar, Suryanto mengatakan, saat itu ia mendengar suara teriakan sang istri menyebutkan kebakaran dan dirinya pun bergegas keluar rumah. "Iya saya langsung keluar rumah, dengan istri teriak kebakaran. Alhamdulilah rumah saya tidak kena," ujarnya.
Lanjut kata pria 67 tahun itu, saat kejadian, pemilik rumah asal titik api sedang memasak air, tetapi ditinggal pergi. "Istri saya tanya langsung ke pemilik rumahnya, kenapa? Bilangnya dia masak air dan lupa (mematikan kompor). Jadi, pas pulang itu api sudah membesar," tutupnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda, Hendra AH mengatakan, akibat musibah tersebut setidaknya ada sekitar 23 rumah dan indekost yang dilahap api. "Ada 20-an rumah yang terbakar, dan rata-rata terbuat dari kayu, sehingga dengan cepat menyebar," tuturnya.
Terkait dengan kendala dalam upaya pemadaman sendiri, ia menyebutkan akses jalan yang sempit dan berbukit, membuat sedikit petugas serta relawan kesulitan memadamkan api. "Tetapi, untuk sumber air Alhamdulillah ada, karena dekat dengan sungai. Dan api baru bisa dikuasai setelah satu jam kemudian," ujarnya.
Ditanya soal dugaan kebakaran tersebut, Hendra menyebutkan berdasarkan informasi warga diduga akibat penghuni rumah yang sedang masak air dan ditinggal pergi. "Ada warga yang masak air, mungkin ditinggal. Untuk pastinya dalam penyelidikan kepolisian Polsek Samarinda Ulu," tutupnya.
Editor: Maruly Zainuddin