Kemudian, sesuai rencana, mereka berdua hendak mendatangi temannya di kawasan Harapan Baru.
"Habis minum-minum (mabuk), terus mau datangin teman, liat korban langsung kepikiran. Pas ditempat sepi, langsung saya ambil dompet sama Hp-nya," tuturnya saat ditemui usai rilis, Kamis (15/6/2023) hari ini. "Saat itu dia kaget, saya tidak tending, jatuh sendiri," sambungnya.
Ia pun mengaku sebelumnya pernah menjalani hukuman pada 2017 silam dengan perkara yang sama dan bebas pada 2020. "Ini baru ketangkap lagi, sebelumnya pernah kerja, tapi berhenti. Begal karena untuk beli gaduk," imbuhnya.
Untuk sasaran korbannya pun ia mengaku tak pandang bulu, baik laki-laki maupun wanita. "Random saja, kalau ada kesempatan dan sepi," sebutnya.
Diberitakan sebelumnya, pengungkapan kasus ini bermula pada Senin (12/6/2023) lalu, sekitar pukul 20.30 WITA di Jalan Moeis Hasan, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir.
Dimana pasca kejadian itu, aksi yang dilakukan kedua begal tersebut langsung viral di medsos. Mendengar informasi itu, anggota Polsek Samarinda Seberang langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan terhadap para pelaku.
Akibat ulah begal itu, korban atas nama Yiyin (29) pun mengalami luka-luka di wajah dan disekujur tubuhnya, dan saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) IA Moeis.
"Setelah viral di medsos, anggota Reskrim Polsek Samarinda Seberang langsung melakukan penyelidikan, dan pemeriksaan saksi-saksi di TKP," ungkap Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli saat rilis Kamis (15/6/2023) hari ini di lobi Mapolresta Samarinda.
Editor: Maruly Zainuddin