Sekitar delapan bangunan rumah serta puluhan bangsalan habis terbakar dalam musibah ini. Murni, satu dari penghuni bangsalan kepada Korankaltim.com di lokasi kebakaran menjelaskan, api begitu cepat menjalar. Saat itu Murni sedang mencuci pakaian tiba-tiba lampu di rumah kedap kedip.
"Saya keluar rumah dan melihat meteran listrik disamping rumah saya mengeluarkan api, setelah ada api dari atas plafon yang langsung membesar," kata Murni.
Wanita berusia 30 tahun itu mengaku sempat mendengar beberapa kali ledakan, sehingga menambah kepanikan dirinya untuk menyelamatkan diri. "Saya berlari keluar dan hanya baju dibadan serta telepon genggam yang sempat terselamatkan," jelasnya lagi.
Sementara Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda, Hendra AH saat ditemui di lokasi kejadian menjelaskan mereka mendapatkan informasi kebakaran dari masyarakat sekitar pukul 10.05 WITA. “Kami langsung ke lokasi untuk melakukan pemadaman," ujarnya.
Ada sekitar 6 bangunan dan rumah tunggal serta 2 bangsalan 9 pintu yang hangus terbakar dalam kejadian tersebut.
Api cepat menjalar karena sebagian besar rumah di sekitar tersebut berbahan dasar kayu, "Kami mengirim tim dari 4 posko komando dan masing-masing 2 unit fire tanki untuk melakukan pemadaman," ujar Hendra.
Kendala di lokasi saat memadamkan api adalah akses jalan yang sempit serta masyarakat yang berkumpul di lokasi kejadian menjadi kesulitan utama dilapangan.
"Kami bersyukur sumber air banyak karena di lokasi ini paritnya terhubung langsung ke SKM (Sungai Karang Mumus) dan tadi juga dalam kondisi pasang" jelas Hendra lagi
Editor: Aspian Nur