Merujuk penjelasan Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli dalam rilis kasus penemuan jenazah pria bernama Sahrani, yang ditemukan tewas di kawasan Rawa Sari, Kota Samarinda pada Selasa (28/3/2023) lalu, diketahui bahwa Yanor. Pria berusia 44 tahun mengendarai sepeda motor, dari kawasan Sotek, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada Senin (27/3/2023) malam,untuk pulang. Ia hendak menemui istrinya, yang sudah 3 bulan ditinggal untuk alasan pekerjaan, dan baru tiba di Kota Samarinda, pada Selasa (28/3/2023) dini hari.
"Saat sampai di rumah, Yanor melihat ada pria lain di kamarnya dan mengira itu selingkuhan istrinya, sehingga terjadilah keributan. Kemudian, pria itu lari ke arah kebun dan disusul oleh Yanor. Sedangkan istrinya ini tidak tahu keberadaan dua orang tersebut. Baru pada Selasa pagi sekira pukul 07.00 Wita, Sahrani sudah ditemukan tergeletak tak bernyawa," ungkap Kombes Pol Ary Fadli, Senin (3/3/2023).
Belakangan diketahui, dari hasil autopsi ditemukan 11 luka tikaman di tubuh Sahrani. "Ada di paha, perut, punggung belakang, dada. Tetapi, kami tunggu hasil resmi rumah sakit, korban meninggal karena apa," ujar Kapolres.
Kombes Pol Ary Fadli mengungkap, bahwa ternyata baik Sahrani maupun Yanor, adalah sama-sama berstatus suami siri RW. "Dan korban (Sahrani) menikah siri pada Senin (27/3/2023) sekitar pukul 20.00 WITA," imbuhnya.
Hingga akhirnya, pasca kejadian tersebut, Yanor pun langsung melarikan diri ke PPU dengan mengendarai sepeda motornya. Tetapi, dalam perjalanannya itu, kendaraan roda dua miliknya mogok di daerah Loa Janan, sehingga dirinya pulang dengan menumpang mobil yang melintas.
Pelaku ini diamankan oleh Unit Jatanras Polda Kaltim, Satreskrim Polresta Samarinda dan Polsek Samarinda Ulu, pada Kamis (31/3/2023) lalu.
"Diamankan saat dia bekerja di dalam hutan, bersama dengan sebilah badik lengkap dengan sarungnya yang dia sembunyikan," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, pada Selasa (28/3/2023) sekitar pukul 07.00 WITA, Sahrani (37) ditemukan di dalam parit, dekat kebun di Jalan Rawa Sari, RT.47, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu.
Saat ditemukan, kondisi Sahrani meninggal dunia dengan posisi kepala di dalam parit, dan ditemukan terdapat tujuh luka tusukan senjata tajam (sajam) di tubuhnya yakni tiga dibagian perut, tiga di dada serta satu di punggung belakang.
Editor: Rusdianto