Makam anak berusia 13 tahun yang berada di tempat pemakaman umum Jalan Sultan Hasanuddin Gang Kenari RT 07, Desa Badak Baru, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, dibongkar karena polisi melakukan autopsi terhadap jasad AR yang sudah dimakamkan sekitar sepekan lalu.
Keluarga almarhum AR sebelumnya tak mengetahui kalau anak tersebut diduga mengalami penganiayaan sampai akhirnya meninggal dunia, karena awalnya keluarga hanya diberitahu almarhum muntah dan saat dibawa ke rumah sakit tidak tertolong.
Tetapi usut punya usut, dari hasil investigasi yang dilakukan oleh pihak ponpes, ternyata AR dianiaya AF, pemuda 20 tahun pada Sabtu (18/2/2023) petang sekitar pukul 17.30 WITA dan berselang dua hari, Senin (20/2/2023) lalu pihak ponpes pun langsung melapor ke Polsek Sungai Pinang, menyerahkan AF untuk diproses lebih lanjut.
AF mengakui perbuatannya saat diinterogasi polisi tersebut dan menceritakan bagaimana dirinya menganiaya AR hingga akhirnya meninggal dunia saat tiba di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Wahab Sjahranie (RSUD AWS).
Penyebab penganiayaan dilakukan AF karena uang Rp200 ribu dimana pemuda itu menuduh AR mengambil uangnya tersebut, tetapi almarhum merasa tak mengambil. Dari situlah AF tersulut emosi dan langsung melakukan penganiayaan.
Waka Polresta Samarinda AKBP Eko Budiarto menyampaikan hal ini saat diwawancara Korankaltim.com Senin (27/2/2023) siang tadi.
"Pelaku mengakui perbuatannya, tetapi untuk melengkapi penyelidikan, kami melakukan autopsi untuk mengetahui apa penyebab pasti almarhum meninggal, karena kami tahunya korban dianiaya saja, penyebabnya belum tahu," ujar Eko.
Pihaknya masih menunggu hasil dari autopsi yang dilakukan oleh dokter forensic di RSUD AWS. "Kami masih menunggu hasilnya," sebutnya.
Terpisah, dokter forensik RSUD AWS Kristina Uli Gultom usai melakukan autopsi enggan berbicara banyak. "Nanti polisinya saja yang ngomong," ujar Uli akhir pekan tadi
Namun Uli mengakui ada mengambil beberapa sampel organ jaringan dari dalam tubuh almarhum AR yang diambil. "Ada beberapa sampel organ jaringan yang diambil," ungkapnya.
Meski begitu penyebab kematian almarhum masih belum bisa dipastikan. "Belum ini," singkatnya.
Editor: Aspian Nur