Akibat kejadian itu, sedikitnya 7.000 ekor ayam terpanggang, di kandang dengan luasan panjang 100 meter dan lebar 10 meter yang hangus terbakar. Menurut keterangan penjaga kandang, Bahruddin, saat kejadian dirinya sempat mendengar suara ledakan, yang kemudian disertai dengan percikan api. "Saya ada dengar suara ledakan sebanyak tiga kali, kemungkinan gara-gara gas permanas ayam terjatuh dan mengenai bahan-bahan yang mudah terbakar," ungkap pemuda 28 tahun tersebut yang ditemui Korankaltim.com, di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Jumat pagi. Ia menambahkan, api dengan cepat menyebar dikarenakan posisi pemanas yang berada di tengah kandang. "Jadi, posisi pemanasnya itu ditengah-tengah kandang, makanya api cepat menyebar," sebutnya. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda bersama relawan pun tiba di lokasi, kemudian melakukan upaya pemadaman.
Komandan Regu 3 Posko 7 Disdamkar Kota Samarinda, Suriansyah mengatakan pihaknya mendapatkan laporan sekitar pukul 06.30 WITA dari Ketua RT setempat pak Waris, yang datang langsung ke posko, untuk menginformasikan kejadian tersebut. "Setelah dapat laporan, kami langsung meluncur," kata pria 44 tahun itu.
Sesampainya di TKP, kondisi kandang yang bermaterial kayu itupun sudah rata menjadi arang.
"Kami tiba itu, kondisinya bangunan sudah hangus terbakar dan masih mengeluarkan asap," ungkapnya.
"Untuk memastikan api benar-benar padam, kami langsung melakukan penyemprotan," sambungnya.
Akibat, kejadian itu, berdasarkan informasi yang ada, sekitar 7.000 ekor ayam terbakar.
"Ada sekitar 7.000 ekor ayam informasinya yang terbakar," tutupnya.
Editor: Rusdianto