"Iya ada ABK yang meninggal dunia tersambar petir" kata Kapolsek Sanga Sanga, AKP Darwis Yusuf saat dihubungi Korankaltim.com hari ini.
Syarifudin meninggal tersambar petir saat berada di dalam kapal bersama tiga temannya yang sedang beristirahat yaitu Mansyur (44 tahun) pemilik kapal, Habe (46 tahun) dan Ery Irawan berusia 21 tahun yang menderita luka bakar dibeberapa bagian tubuh.
"Saat itu almarhum sedang tidur di dalam tempat tidur gantung atau ayunan. Temannya juga mengalami luka bakar saat tidur di lantai dek kapal," terangnya.
Rika, warga sekitar yang dimintai tolong, kejadian tersebut menjelaskan insiden terjadi sekitar pukul 02.30 WITA. Hujan saat itu sangat deras disertai dengan petir yang menyambar.
"Saat itu ada petir dengan suara nyaring, beberapa saat kemudian ada yang mengetuk pintu rumah. Bilangnya ada karyawan kapalnya yang meninggal tersambar petir," ucap Rika.
Segera kejadian ini langsung dilaporkan kepada ketua RT setempat dan pihak kepolisian. Para korban ini pun langsung mendapatkan pertolongan dan dibawa ke Puskesmas terdekat.
"Langsung dilakukan evakuasi, untuk para korban yang selamat pun dilarikan ke Rumah Sakit di Samarinda karena mengalami luka bakar," tambah Darwis.
Visum dilakukan terhadap jasad Syarifudin oleh dokter di Puskesmas dan diserahkan ke pihak keluarga dan di bawa ke rumah duka di Palaran Samarinda untuk dikebumikan.
Penulis : M. Yasin Handayan
Editor: Aspian Nur