Tak ayal, akibat hantaman orang tak dikenal itu Suharti mengalami luka dan lebam di dahi sebelah kanan, robek di bibir serta luka robek di telapak tangan kanan hingga harus mendapatkan 7 jahitan.
Ditemui di Mapolsek Sungai Pinang tadi malam usai kejadian, kepada Korankaltim.com wanita yang sehari-harinya bekerja di rumah makan itu menceritakan kronologis kejadian.
“Saya sudah selesai baca Yassin, sebenarnya masih mau lanjut baca surah lain, tetapi perasaan saya kok ada orang yang lewat, saat berbalik dan langsung dipukul pakai balok. Waktu itu lutut saya lagi sakit dan saya sempat berpikir ini saya mau dibunuh, makanya saya melawan. Saya pegangi baloknya, setelah itu saya teriak maling-maling, orang yang memukuli saya itu langsung kabur, saya berdiri lari buka pintu, di depan rumah sudah banyak warga datang," papar Suharti.
Diakui Suharti dirinya tak melihat secara jelas wajah si orang yang memukulinya karena dirinya fokus memegang balok yang ada di tangan pria tersebut. "Tidak lihat mukanya, saya fokus pagangin baloknya, tetapi ciri-cirinya laki-laki, orangnya kecil," sebutnya.
Suharti juga bercerita kalau rumah yang ditempatinya bersama sang suami memang kerap disatroni maling. "Sudah beberapa kali, yang terakhir hari Jumat pekan lalu, yang hilang uang sama parang yang dipakai berkebun suami saya. Tetapi saat kejadian parangnya ditemukan ditinggal di dekat drum, kami curiganya parang itu mau dipakai," ucap Suharti lagi.
Pasca kejadian Suharti langsung dibawa ke RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) untuk mendapatkan perawatan, serta melakukan visum dan menuju ke Polsek Sungai Pinang untuk membuat laporan didampingi seluarga serta tim Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim.
Penulis:Nancy
Editor: Aspian Nur