Hal ini diungkapkan Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Sungai Pinang AKP Noor Dhianto saat dikonfirmasi Rabu (14/12/2022) hari ini.
"Berdasarkan keterangan dari Ardion anak terduga pelempar dan mantan istrinya Yeni Marlina motifnya karena harga gono gini. Baru mereka berdua yang kami mintai keterangannya," ujar Noor Dhianto kepada Korankaltim.com.
Polisi masih melakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mencari keberadaan mantan suami si pemilik rumah. "Karena dari keterangan mantan istrinya dia juga tidak tahu dimana tempat tinggalnya, karena suka berpindah-pindah," sebutnya.
"Kami juga masih akan mengecek betul atau tidaknya motif tersebut, karena saat ini motif itu masih praduga, apakah dia pelakunya atau bukan," ujar Noor Dhianto.
Ditegaskannya, jika saat kejadian itu bukan botol bensin yang dilemparkan, tetapi plastik berisi bensin diletakkan dan ditumpahkan. "Kalau melempar tidak, tetapi meletakkan. Karena itu ada pagar teralis renggang, mungkin sekitar 25-30 senti, kalau dua tangan masih masuk. Untuk jumlah pelaku belum diketahui karena tidak ada yang melihat secara langsung," tutupnya.
Diberitakan sebelumnya dari keterangan anak pemilik rumah Ardion saat ibunya tengah bersih-bersih di toko sembako Selasa (13/12/2022) sekitar pukul 03.00 WITA dini hari mendengar suara nyaring seperti ada yang melempar sesuatu ke depan rumah.
"Dan cium aroma bensin, ibu saya keluar dari rumah, pas itu lihat orang-orang yang diduga melempar, karena panik langsung kabur. Disitu ada barang bukti berhamburan, saya lihat ada korek api dikareti, obat nyamuk sama ceceran bensin," ungkapnya. "Tetapi, obat nyamuk dan koreknya itu tidak sempat dinyalakan, ya karena kepergok," sambungnya.
Lanjut kata pemuda 21 tahun itu, selain ceceran bensin yang dilempar dan korek api, juga terdapat kantong plastik warna hitam, berisi dua plastik bening isi bensin yang ditinggal. "Ibu saya tidak kenal sama yang melempar dan apa niatnya, tetapi bilangnya itu ada dua motor, tidak tahu berapa orang," sebutnya.
Ditanya apakah sang ibu memiliki permasalahan dengan orang lain, ia pun bercerita jika, ibunya sedang bermasalah dengan sang ayah, yang diduga hendak menguasai harta seperti rumah yang ditempatinya bersama sang ibu tersebut.
"Iya sudah pisah, sekitar dua tahunan, terus rumahnya ini mau dia jual supaya dia bisa ambil bagiannya. Dia sudah tidak punya apa-apa, dan ini tanah ibu saya, warisan dari orang tuanya," ungkap Ardion.
Ia pun menambahkan jika sang ayah sempat mengirim orang ke rumahnya, salah satunya pengacara untuk mengatur harta gono gini. "Tidak ada hasilnya, karena pengacaranya juga tidak tahu apa-apa dan pengacara itu mengaku dibohongi oleh bapak saya, karena mengatakan dia ditipu dan mengaku dianiaya oleh pacarnya, pas datang kesini dikasih tahu kebenarannya, kami bilang dia itu mau kuasai harta warisan," tutupnya.
Penulis:Nancy
Editor: Aspian Nur