Alfian, satu diantara bocah yang hendak bermain bola tersebut kepada Korankaltim.com menceritakan saat itu dirinya bersama teman-temannya hendak ke lapangan untuk bermain bola namun melihat ada bungkusan berupa tas dibungkus kain sajadah dan memberitahu temannya yang lain untuk melihat.
Teman Alfian mengatakan jika isi dalam bungkusan itu adalah boneka. "Kata teman saya boneka, karena penasaran saya lihat ternyata bayi, masih bergerak tapi tidak menangis. Setelah itu saya kasih tahu ibu-ibu dan ibu-ibu itu langsung lapor ke polisi," ujar anak berusia 11 tahun tersebut sore tadi.
Polisi yang datang ke lokasi langsung membawa bayi tersebut ke Puskesmas Kelurahan Baqa untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan.
Kepala Puskesmas Baqa dr Opiansyah saat ditemui media ini menjelaskan kalau dirinya mendapatkan laporan dari stafnya ada polisi yang datang membawa bayi.
"Waktu saya lihat bayi ini sudah dipakaikan baju sama bidan, sebelumnya tidak pakai baju. Kemudian diberikan rawat tali pusarnya karena posisinya kejepit dan diberi injeksi vitamin K," papar Opiansyah.
"Saat kami timbang dan lain sebagainya ternyata bayinya beratnya kurang 1,6 gram, jadi kategorinya bayi itu berat badannya sangat rendah jadi harus dirawat di rumah sakit," ucapnya lagi.
Pihak Puskesmas pun berkoordinasi dengan kepolisian mengenai penanganan awal, selanjutnya bayi dirujuk ke RSUD IA Moeis untuk penangan lebih lanjut.
"Terpenting bayi ini tertangani dulu dan masih hidup, dia menangis. Lahirnya prematur, jadi usianya belum cukup," ungkap Opiansyah.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur