Ardion, anak pemilik rumah menjelaskan kepada Korankaltim.com kalau saat itu ibunya tengah bersih-bersih di toko sembakonya sekitar pukul 03.00 WITA dan mendengar suara nyaring seperti ada yang melempar sesuatu ke depan rumah.
"Setelah itu ibu saya mencium aroma bensin dan langsung keluar dari rumah, melihat orang-orang yang diduga melempar. Karena panik si pelempar langsung kabur. Disitu ada barang bukti berhamburan, saya lihat ada korek api dikareti, obat nyamuk sama ceceran bensin sama pecahan botol," kata pemuda 22 tahun itu.
"Tetapi obat nyamuk dan koreknya tidak sempat dinyalakan karena kepergok ibu saya," sambungnya.
Selain ceceran bensin yang dilempar dan korek api, juga terdapat kantong plastik warna hitam, berisi dua plastik bening isin bensin yang tertinggal.
"Ibu saya tidak kenal sama yang melempar ini, dan apa niatnya, tetapi bilangnya itu ada dua motor, tidak tahu juga berapa orang," ujar Ardion lagi.
Ditanya apakah sang ibu memiliki permasalahan dengan orang lain, ia pun bercerita jika, ibunya sedang bermasalah dengan sang ayah, yang diduga hendak menguasai harta seperti rumah yang ditempatinya bersama sang ibu.
"Sudah pisah, terus rumahnya ini mau dia jual supaya bisa dijual dan dia mau ambil bagiannya. Dia sudah tidak punya apa-apa, karena ini tanah ibu saya, warisan dari orang tua ibu," ungkap Ardion.
Sang ayah sempat mengirim orang ke rumahnya tersebut, salah satunya pengacara untuk mengatur harta gono gini.
"Tidak ada hasilnya, karena pengacaranya juga tidak tahu apa-apa dalam permasalahan ini dan pengacara itu mengaku dibohongi oleh bapak saya, karena mengatakan dia ditipu dan dianiaya oleh pacarnya, pas datang kesini dikasih tahu kebenarannya, kalau dia mau kuasai harta warisan," tutupnya.
Terkait kejadian ini, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Sungai Pinang AKP Noor Dhianto mengatakan pihaknya telah menerima laporan tersebut dan mengamankan bungkusan berisi bensin. "Kalau untuk motifnya masih dalam penyelidikan," katanya.
Selanjutnya polisi akan meminta keterangan dari pemilik rumah, kerabat dan Ketua RT setempat. "Nanti akan kami mintai keterangan di Polsek Sungai Pinang," tutup Noor Dhianto.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur