Pengungkapan itu bermula adanya informasi masyarakat bahwa di lokasi kejadian kerap dilakukan transaksi narkoba jenis sabu. Petugas gabungan kemudian melakukan penyelidikan.
Selang beberapa saat, tiba-tiba datang seorang pria yang diketahui AH melintas menggunakan sepeda motor warna biru dengan gerak-gerik mencurigakan.
Petugas yang curiga kemudian melakukan penyergapan terhadap AH yang saat itu membawa bungkusan plastik warna hitam. Penggeledahan badan dan barang kemudian dilakukan.
Di dalam plastik itu, petugas menemukan tiga bungkus kopi merek kapal api setelah dibuka ternyata berisi benda berbentuk kristal bening. Selain itu ada dua bungkus teh cina, hal serupa juga sama ketika dibuka berisi benda kristal bening. Setelah dilakukan uji lab, ternyata benar narkoba jenis sabu-sabu dengan berat total 5 Kg.
"Setiap bungkusnya masing-masing beratnya sekitar 1 Kg, jadi total 5 Kg,"ungkap Dirresnarkoba Polda Kaltim Kombes Pol Rickynaldo Chairul saat menggelar pres confereance di Mapolda Kaltim Kamis (24/11/2022) siang.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh kata Rickynaldo, ABH tersebut bukan kali pertama melakukan transaksi narkoba. "Dia sudah yang ketiga kalinya dan yang ketiga kalinya kami amankan,"paparnya.
Dikatakan Rickynaldo sabu 5 Kg itu berasal dari Kalimantan Selatan, yang dikendalikan oleh seorang bandar yang biasa disebut Pak Lek Jawa.
"Informasi ini sudah lama kami dapat bahwa akan ada perjalanan barang dari Kalsel dan kami menunggu sekitar 14 hari waktu pastinya, masuk ke Samarinda siang hingga di Semapaja sekira pukul 16.00 wita. Kami sudah dapat informasi naik motor apa, pelaku berapa itu sudah kami dapatkan sehingga tinggal menunggu saja dan ternyata lewat motor itu yang lewat ketika dugeledah di dalam jok motor ada plastik berisi sabu-sabu, "bebernya.
Setelah dilakukan penyelidikan keberadaan pengendali atau bandar sabu-sabu tersebut berlokasi di Jawa Timur. Sehingga Ditresnarkoba Polda Kaltim menerjunkan tim opsnal ke Jawa Timur untuk melakukan kroschek.
"Untuk pengendali ada di Jawa hari ini kami berangkatkan tim ke Jawa Timur untuk mengkroscek pengendali karena berdasarkan nomor telpon itu di sana."tuturnya.
Penulis : Yudi Hadi
Editor : Rusdi