Hal ini diungkapkan Kepala Lapas Kelas IIA Narkotika Samarinda Hidayat saat dikonfirmasi Korankaltim.com Rabu (21/9/2022) hari ini.
“Kemarin sekitar jam setengah dua sore ada pengunjung wanita berinisial JT, usianya 21 tahun, dia mau mengantarkan makanan untuk WBP (warga binaan pemasyarakat) berisinial FJ,” jelas Hidayat.
“Petugas kami melakukan pemeriksaan secara detail, ternyata setelah diperiksa dotemukan poketan sabu-sabu di dalam potongan ayam, sebanyak empat poket dengan berat kurang lebih 5 gram bruto. Makanan itu kami periksa langsung di depan FJ sehingga dia bisa melihat langsung," sambungnya.
Setelah penemuan narkoba jenis sabu di dalam ayam balado itu, pihak Lapas langsung melaporkan ke Kanwil Kemenkumham Kaltim-Kaltara dan langsung datang ke Lapas di Jalan Padat Karya Sempaja, diwakili Kadivpas Jumadi. "Kadivpas Pak Jumadi langsung datang setelah kami memberikan laporan, beliau mau melihat langsung," papar Hidayat.
Untuk proses penyelidikannya selanjutnya pihak Lapas langsung berkoordinasi dengan Satresnarkoba Polresta Samarinda. "Kami juga langsung koordinasi ke Polresta, untuk penyelidikan lebih lanjut, menyerahkan barang bukti yang ada seperti poketan sabu-sabu, identitas pengunjung serta handphone," terangnya.
Apresiasi diberikan Hidayat kepada para petugas di pintu jaga yang bekerja dengan baik, sehingga penyelundupan sabu-sabu bisa digagalkan. "Mereka sudah bekerja dengan baik, kami berharap ini tidak kendor," harap Hidayat.
Sementara Kadivpas Kanwil Kemenkumham Kaltim-Kaltara Jumadi mengatakan terkait temuan yang telah beberapa kali telah dilakukan, disebutkannya jika petugas serius dalam mengerjakan tugas mereka. "Ini keseriusan petugas di lapangan, karena ini kan sudah beberapa kali kejadiannya, dan berhasil digagalkan," tuturnya.
"Mereka (pelaku narkoba) pasti akan terus mencoba dengan berbagai cara, karena mereka sindikat, apalagi di dalam Lapas semua kasus narkoba baik bandar, pengedar maupun pengguna. Permintaan mereka pasti tinggi terutama yang belum sadar, sehingga Sebagian mereka mau coba-coba, padahal kan ini sudah berkali-kali dan selalu gagal," jelas Jumadi.
Petugas Lapas diharapkan tidak kendor dan bisa kembali meraih kepercayaan masyarakat, dengan bekerja sungguh-sungguh. "Karena tantangan narkoba ini luar biasa dan ini juga berkat belajar dengan menerima informasi dari beberapa UPT (unit pelaksana teknis) seluruh Indonesia terkait modus-modus yang digunakan, seperti melalui sendal yang dilobangi, lewat buku, lewat makana, sehingga memang perlu kejelian dalam melakukan pemeriksaan," Jumadi mengakhiri.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur