Sampai saat ini polisi masih melakukan penyelidikan siapa ibu yang telah membuang bayi tersebut ke sungai. "Sementara ini kami masih terus mencari informasi di lapangan, mencari pelaku pembuang bayi tersebut, jadi ini masih penyelidikan," kata Subari. "Artinya, siapa yang habis melahirkan, patut dicurigai dan akan kami periksa," imbuhnya.
Kendala yang dihadapi adalah tidak adanya saksi yang melihat pembuang bayi tersebut, hanya saksi yang menemukan jasad bayi malang itu. "Jadi mengarah ke tersangkanya itu masih jauh karena agak rumit, tidak ada perunjuk lain. Saksi pun masih dua, yang menemukan," pungkas Subari.
Diberitakan media ini sebelumnya, Rabu (24/8/2022) pekan lalu sekitar pukul 17.50 WITA di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Karang Mumus, Kecamatan Samarinda Kota, tepatnya disamping terminal pelabuhan lama tak jauh dari Polsek Kawasan Pelabuhan (KP), jasad bayi terbalut kain sarung dalam kantong plastik kresek garis hitam putih ditemukan mengambang di tepi sungai.
Jasad tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang pekerja pelabuhan bernama Iwan. Saat itu dirinya sedang duduk santai tepat dipondok damping terminal pelabuhan lama di tepi sungai, tiba-tiba melihat sebuah kantongan pelatik kresek memgambang berisi sarung, kemudian saat diangkat ternyata berisi jasad bayi diperkirakan 8-9 bulan, dengan tali pusar masih menempel.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur