Area yang terbakar merupakan kawasan padat pemukiman dan bangunan rata-rata terbuat dari material kayu. "Itu bangunan lama semua dari kayu, saya juga belum tahu karena ada rumah sewaan, tetapi tidak tahu ada yang tempati atau tidak," ujar pria 40 tahun ini.
Sementara Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda Hendra AH mengatakan setelah mendapatkan laporan terjadi langsung mengirim tim terdekat ke lokasi kebakaran. "Posko terdekat langsung diluncurkan dibantu relawan," kata Hendra.
Upaya pemadaman berlangsung sekitar satu jam dan setidaknya ada dua bangunan yakni satu rumah tunggal dan bangsalan 10 pintu yang rata-rata terbuat dari kayu dilalap si jag merah dalam kejadian ini.
"Asal mula api dari salah satu bangsalan, dugaannya dari informasi yang kami terima akibat korsleting listrik. Bangsal 10 pintu itu lima kosong dan lima ada penghuninya," jelas Hendra lagi.
Sumber air yang minim dan akses masuk ke titik api yang sempit ditambah banyak warga yang menonton membuat petugas kewalahan dan kendala dalam pemadaman.
"Sumber air minim, tetapi Alhamdulillah api bisa dipadamkan setelah satu jam kemudian," tutup Hendra.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur