Aksi pria 49 tahun itu terekam kamera pengintai di sekitar lokasi kejadian dan tersebar di media social. Saat itu dalam video terlihat seorang pria mengenakan helm berbaju kaos dan celana pendek serta bertas selempang mendekati lokasi kejadian dan menunduk mengambil sesuatu, dimana warga lainnya sedang membantu membalikkan mobil yang rebah pasca menabrak Syarwani hingga tewas.
“Polsek Sungai Pinang langsung melakukan penyelidikan, berdasarkan rekaman CCTV tersebut apalagi videonya beredar luas," ungkap Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli dalam rilis Selasa (2/8/2022) hari ini.
Dipaparkannya, sebelum kejadian Mahrudi sedang makan di sebuah warung. "Awalnya dia niat mau membantu, tetapi saat melihat ada tas, ada kesempatan langsung mengambil dan pergi," sebut Ary.
Setelah mengambil tas tersebut Mahrudi membuangnya di tong sampah dalam toilet di SPBU Jalan Kesuma Bangsa, Kelurahan Bugis, Kecamatan Samarinda Kota. Tas itu pertama kali ditemukan karyawan SPBU Jumat (29/7/2022) malam, dua hari setelah kejadian dan diserahkan kepada pihak keluarga korban.
"Berdasarkan itu berdasarkan rekaman CCTV di SPBU kami berhasil mengamankan pelaku, waktu itu dia dalam perjalanan pulang dari Bulungan, Kalimantan Utara, untuk mengantar satu unit truk dan pulang menggunakan travel. Petugas kami langsung berkoordinasi dengan pihak keluarga, hingga akhirnya kami amankan di kawasan Jalan DI Panjaitan hari Sabtu (30/7/2022) sekitar pukul 17.20 WITA," jelas Ary.
Sementara Mahrudi saat diwawancarai media mengaku memang saat itu hendak menolong, tetapi setelah melihat tas tersebut terlintas dibenaknya untuk mengambil tas tersebut. "Iya saya khilaf pak, spontan saja saya ambil, tetapi saya hanya ambil handphonenya saja," ujar Mahrudi.
Saat kejadian itu ia mengaku sedang mengantre untuk foto kopi. Mahrudi mengaku menyesal dan meminta maaf kepada pihak aparat serta keluarga korban atas perbuatannya tersebut.
"Saya mohon maaf atas kekhilafan saya, karena ini sebenarnya bukan kerjaan saya. Saya sudah bekerja freelance mengantarkan truk ke Bulungan kalau diminta. Saya juga minta maaf kepada semua masyarakat Samarinda karena membuat malu, saya mohon maaf sebesar-besarnya," tandas Mahrudi yang menunjukkan raut penyesalan sambil berderai air mata.
Penulis:Nancy
Editor: Aspian Nur