Kemudian ia pun langsung berlari ke arah truk untuk memastikan kondisi si sopir, di mana saat itu sang sopir hendak membuka pintu, dan ia pun membantu membuka pintu mobil full.
"Saat saya bantu buka pintunya, matanya itu merah kekuning-kuningan, ya saya pikir mabok atau ngantuk, atau sakit karena air liurnya ngetes terus itu," katanya.
"Jadi langsung hubungi ambulans. Setelah itu saya tanya mabuk kah, dan kemudian saya matikan mesinnya," sambungnya.
Ia pun kembali mengajak Sampurno untuk beristirahat ke klinik, tetapi menolak dan bilang akan tidur di dalam truk berpelat H 1867 BQ.
"Itu dia sambil mengucapkan kata-kata lafaz tauhid, itu saja yang berulang kali dia ucapkan," terangnya.
Karena dirinya hendak kerja, akhirnya ia pun pergi dan saat itu ada orang yang juga hendak menolong. "Jadi, saya posting lah di group Loa Janan, supaya ada yang bantu dan dilihat oleh keluarganya. Tetapi, gak lama dapat kabar ternyata bapaknya meninggal," tandasnya.
Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Andika Dharma Sena melalui Kasubnit INAFIS Aiptu Harry Cahyadi mengatakan pasca mendapatkan laporan tersebut, pihaknya langsung menuju lokasi kejadian.
"Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya luka, dan dari keterangan keluarga korban jika almarhum memiliki riwayat sakit jantung dan sesak napas," ungkapnya.
Kemudian, karena pihak keluarga enggan dilakukan visum dan diminta membuat surat pernyataan. "Jadi, sempat dibawa ke rumah sakit AWS, tetapi langsung dibawa oleh pihak keluarganya untuk dimakamkan," tandasnya.
Penulis:Nancy
Editor: Supiansyah