"Razia tidak hanya fokus pada kamar hunian tapi juga fasilitas umum yang ada di dalam Lapas," kata Agus dikonfirmasi Korankaltim.com, Jumat (15/7/2022) hari ini.
Razia kali ini mengambil sampel satu kamar hunian secara acak dan aula dalam lapas yang sering digunakan sebagai perpustakaan dan kegiatan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) bagi WBP.
Tujuan razia ini sebagai upaya nyata jajarannya untuk menciptakan Lapas yang aman dan tertib. "Ini bagian dari deteksi dini gangguan keamanan," tegasnya.
Selain itu untuk kali kedua Agus Dwirijanto meminta jajarannya untuk melakukan tes urine secara acak baik bagi petugas dan WBP dengan mengambil sampel sebanyak 4 persen.
"Pengambilan sampel urine secara acak ini sesuai dengan arahan direktorat jenderal Pemasyarakatan dalam rangka program P4GN (Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika)," Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) sekaligus Ketua Satgas P4GN Lapas Kelas II A Tenggarong, Yudi Heriyanto secara terpisah.
Hasil tes urine sebanyak 48 orang WBP dan 4 petugas seluruh hasilnya negatif. Kegiatan ini akan rutin dilaksanakan dan seluruh WBP akan diagendakan untuk tes urine acak ini.
Penulis: Muhammad Heriansyah
editor: Aspian Nur