"Itu kami berasumsi modus mereka lebih canggih lagi," katanya.
"Sehingga, masih perlu untuk kerja sama dengan pihak-pihak terkait, termasuk dengan masyarakat dalam memberantas narkoba," sambungnya.
Pasalnya, untuk 10 kabupaten/kota di Benua Etam, diakuinya tidak ada satu pun yang aman dan masih rawan peredaran narkotika.
"Semuanya ada kategori waspada dan siaga, jadi tidak ada daerah yang aman di Kaltim. Hanya saja intensitasnya berbeda-beda, paling rawan saat ini di Kutai Kartanegara (Kukar), di urutan kedua Balikpapan dan ketiga Samarinda," ungkapnya.
Lanjut kata Wisnu, dan yang menjadi daerah paling rawan karena Kaltim berbatasan dengan Kalimantan Utara (Kaltara).
"Karena untuk akses masuknya mereka mudah, baik darat maupun laut. Ya, karena luas lautnya saja 10 km lebih, jadi mereka bisa masuk lewat jalur-jalur tikus," imbuhnya.
Saat disinggung apa yang masih menjadi kendala dalam pemberantasan narkoba, ia mengatakan dalam hal ini bukan hanya BNN atau aparat kepolisian yang bekerja, tetapi perlu ada kesadaran dari masyarakatnya.
"Ya percuma saja kami menindak dan teriak-teriak memberikan imbauan, tanpa adanya kesadaran masyarakat itu nol besar. Artinya, sesuai Instruksi Presiden sebuah pemerintahan swasta, masyarakat wajib mencegah, kalau tidak ada permintaan kan otomatis bisa berkurang, berbeda kalau kami sudah tindak, tetapi tidak ada kesadaran, dalam pencegahan narkoba," tegasnya.
Hal ini pun kata Wisnu harus dimulai dari lingkungan keluarga, dengan memberikan pemahaman tentang bahayanya narkoba.
"Jadi, dimulai pembentukan keluarga bersinar (bersih dari narkoba), untuk tahun ini ada 11 desa, desa yang kami tunjuk pernah terdapat penyalahgunaan narkoba, sehingga kami tunjuk sebagai desa bersinar, artinya bukan desa yang aman, ini akan sampai jika benar-benar dalam status turun menjadi aman," bebernya.
Yang jelas, untuk desa bersinar ini akan terus bertambah, bagi wilayah yang memang rawan peredaran narkoba.
"Pasti ada penambahan ada sekian ribu desa insyallah kepala daerah banyak yang meminta desanya dijadikan desa bersinar, artinya ini ada kesadaran dari kepala daerah," tandasnya.
Penulis: nancy
Editor: supiansyah