Kondisi jasad yang rusak, juga menjadi salah satu penyebab sulitnya melakukan identifikasi. "Kami juga tidak dapat memeriksa sidik jarinya karena kan sudah terkelupas," tuturnya.
Pun demikian pihaknya berkoordinasi dengan seluruh jajaran Polsek se Balikpapan untuk dapat mencari warga yang merasa kehilangan sanak saudaranya. "Kemarin juga ada yang melapor kehilangan orang berjenis kelamin pria, namun setelah kami periksa tidak ciri-ciri korban tidak sama,"paparnya.
Dia juga meminta kepada masyarakat Balikpapan untuk melaporkan ke Kepolisian jika ada keluarga yang hilang. "Ya kami meminta kerjasama kepada masyarakat untuk melaporkan jika ada keluarganya yang selama rentang waktu lima hari atau lebih tidak kembali ke rumah atau tanpa kabar," katanya.
Diberikan sebelumnya jasad pria tanpa identitas ditemukan warga di kawasan Mangrove Somber Balikpapan Utara pada Kamis (23/6) pagi.
Informasi itu bermula saat seorang nelayan yang melintas di kawasan itu. Nelayan tersebut melihat tubuh dengan posisi tertelungkup mengenakan kaos cokelat dan celana levis.
Karena takut, nelayan tersebut langsung melaporkan kepada warga sekitar untuk melakukan pengecekan. "Ada nelayan yang pertama kali melihat. Dia minta tolong kepada warga, katanya dan orang meninggal pakai celana levis," kata Welly, salah seorang warga sekitar.
Temuan itu juga dibenarkan oleh Kabid Kedaruratan BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali. Pihaknya langsung melakukan evakuasi terhadap jasad tanpa identitas itu menuju Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD).
"Kami mendapat informasi ada satu jasad yang terdampar di pinggiran sungai. Data dan lainnya masih belum diketahui, nanti kita lihat setelah evakuasi," ujarnya.
Pada pukul 12.00 Wita, jasad berhasil dievakuasi menggunakan kapal. Evakuasi dilakukan oleh unsur gabungan. Jasad tersebut kemudian dibawa ke RSKD untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Supiansyah