"Korban berhasil ditemukan, setelah satu jam lebih dilakukan penyelaman, dengan kedalaman 4-5 meter, tidak jauh dari korban menghilang," tuturnya.
"Dan posisi korban ini berada di dasar sungai, tersangkut di sebuah kayu, dengan kondisi meninggal dunia," sambungnya.
Saat ditanya terkait dengan kendala saat penyelaman, ia menyebutkan untuk jarak pandang nol, serta banyaknya sampah serta kayu yang ada di dasar.
"Jadi, hanya meraba saja, karena vicibilitynya nol," imbuhnya.
Dan selanjutnya, jenazah langsung dibawa ke RSUD Abdoel Wahab Sjahranie, dengan menggunakan ambulance PMI.
"Jenazah langsung dibawa ke RSUD AWS," tandasnya.
Sementara Penyelam Basarnas, Sumarno mengatakan untuk proses penyelaman yang dilakukannya, kurang lebih selama 1 jam, dengan kedalaman 4-5 meter.
"Saat saya menyelam, jasad korban ini berada di tengah sungai, dengan posisi terlentang dan agak miring, itu yang pertama saya pegang itu lengannya, terus saya angkat," ujarnya.
Untuk kendala sendiri, ia menyebutkan jika jarak pandang nol dan memang dibawah dasar sungai itu, banyak kayu dan mata pancing tersangkut.
"Ya, alhamdulillah bisa teratasi," tandasnya.
Penulis: Nancy
Editor: Desman Minang