"Ada sekitar delapan rumah (terbakar)dan dua terdampak," kata Kadis Damkar Kota Samarinda, Hendra AH saat ditemui di lokasi.
Untuk upaya pemadaman sendiri, kata Hendra, dilakukan kurang lebih selama 1,5 jam. Pasalnya titik api berada diam atas bukit dan sumber air minim.
"Api juga cepat menyebar karena bangunan rata-rata bermaterial dari kayu dan berdempetan," sambungnya.
Saat ditanya terkait dengan dugaan penyebab kebakaran, pihaknya belum bisa memastikan, pasalnya informasi dari warga simpang siur
"Ada yang bilang korsleting listrik ada juga karena tabung gas, yang jelas ini masih penyelidikan dari pihak kepolisian," tandasnya.
Sementara, salah seorang warga Yunita (32) mengatakan jika saat itu dirinya mendengar ada empat kali suara ledakan.
"Mungkin tabung gas dan tak lama api langsung membesar," katanya.
Ia pun tak mengetahui pasti apakah saat kejadian pemilik rumah asal api tersebut ada di rumah.
"Kurang tahu ya, yang saya lihat ada anaknya saja keluar," singkatnya.
Penulis: Nancy
Editor: Supiansyah