Keesokan harinya, sekitar pukul 11.05 WITA si jago merah kembali mengamuk di Jl S Parman Gang 4,Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, yang menghanguskan setidaknya 14 bangunan yakni sepuluh rumah tunggal, dua bangsal tujuh pintu dan satu indekos lima pintu.
Tak berselang lama, sekira pukul 16.15 WITA, kebakaran besar kembali terjadi di Jl Cipto Mangunkusumo Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir. Sebanyak 18 bangunan terdiri dari 100 pintu bangsalan ludes.
Melihat kondisi tersebut, Kadis Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Samarinda mengatakan jika, memang untuk musibah kebakaran di Samarinda, diakuinya cukup rentan. Sehingga, pihaknya pun terus melakukan sosialisasi.
"Kami juga memiliki program inspeksi listrik di rumah-rumah warga, namun untuk tahun ini hanya 1.000 rumah, karena masih terkendala anggaran, pastinya ini akan bertahap ya," ungkapnya.
"Karena, rata-rata musibah kebakaran di Samarinda ini, terjadi akibat korsleting listrik," sambungnya.
Yang terpenting pula, Hendra mengimbau kepada masyarakat untuk menyediakan alat pemadam ringan (apar).
"Terpenting juga, masyarakat wajib, setiap rumah itu memiliki apar untuk pencegahan awalnya," imbuhnya.
Penulis: Nancy
Editor: Supiansysh