Kapolsek Palaran Kompol Roganda mengatakan, korban, SP (22) pada Rabu malam sempat terlibat cekcok dengan suaminya. Ia marah lantaran anaknya diantar tanpa izin ke rumah keluarganya di kawasan Samarinda Seberang. Si anak kemudian ia bawa pulang.
"Saat jam sahur tidak ada yang bangun dan pada pukul 06.00 suami SP ini memanggil korban, tetapi tidak ada jawaban. Saat mengintip lewat pintu kamar, melihat SP sudah tergantung dan langsung mendobrak pintu kamar, kemudian menurunkannya," ungkapnya.
Polisi masih menunggu hasil visum untuk memastikan apakah ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. "Kami masih menunggu hasil visum untuk memastikan penyebab kematiannya," ujarnya.
Kasubnit Inafis Polresta Samarinda Aiptu Harry Cahyadi mengatakan polisi tidak bisa melakukan olah TKP karena jasad korban sudah diturunkan.
"Makanya, kami membawa jenazah untuk dilakukan visum atau autopsi," ungkapnya.
_Bagi pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kencenderungan pemikiran bunuh diri, segera berkonsultasi dengan psikolog, psikiater, atau klinik kesehatan mental._
Penulis: Nancy
Editor: Supiansyah