Tergiur dengan ajakan teman sendiri untuk berbisnis minyak goreng dengan harga murah, Citra malah tertipu hampir Rp1 miliar.
Wajar kalau kerugian itu membuat Citra akhirnya melaporkan temannya sendiri ke Polresta Samarinda dan itu dilakukannya Selasa (8/2/2022) hari ini.
Citra didampingi kuasa hukumnya mendatangi Mako Polresta Samarinda di Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Karang Asam, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, untuk melaporkan musibah berupa kerugian yang menimpanya tersebut.
Kepada wartawan, Dyah Lestari selaku lawyer atau kuasa hukum Citra menjelaskan perihal laporan tersebut. "Kami datang kesini (Polresta Samarinda) untuk laporan penipuan jual beli minyak goreng," ujar Dyah.
Kronologisnya diceritakan wanita berhijab itu berawal saat kliennya yaitu Citra meng-order atau memesan minyak goreng kepada temannya sendiri. Kliennya percaya karena kebetulan antara Citra dan terlapor merupakan teman satu indekos dan juga berteman di media sosial (medsos).
"Jadi terlapor itu mengatakan kalau dia ada bos yang punya gudang (minyak goring), sehingga meyakinkan klien saya bisa menyuplai minyak goreng yang diminta pelapor," ujar Dyah.
Citra sebagai klien pun melakukan order. Awalnya untuk konsumsi pribadi, tetapi karena minyak goreng langka dan harga tinggi, Citra ditawari membeli dengan harga Rp 170 ribu per dus.
Hanya saja karena Citra jarang masak akhirnya mengajak temannya yang lain untuk patungan membeli.
"Dari Rp170 ribu itu ternyata teman-temannya keberatan. Klien saya ditawari lagi oleh terlapor dengan harga Rp150 ribu per dus. Akhirnya klien kami membeli bersama teman-temannya untuk stok," papar Dyah.
"Tetapi karena banyak yang bertanya kok murah dan gampang dapatnya, akhirnya teman-teman klien saya bertanya terus dan klien saya ini bertanya kepada terlapor sehingga klien kami ini menawarkan minyak goring itu lewat medsos," sambungnya.
Citra sendiri mengatakan kerugian yang dialaminya mencapai Rp900 juta. "Tadi kami sudah coba rincikan saat di depan penyidik, totalnya itu hampir Rp1 miliar. Ada sekitar 6 ribu dus yang belum dikirim, tetap uangnya sudah ditransfer ke rekening terlapor. Alasannya saat ditagih minyak goring yang dijanjikan, terlapor bilang ibu bosnya meninggal dan ada sidak dari pemerintah, terus jalann dicor dan lain-lain. Akhirnya klien kami bertanya gudangnya dimana, dengan syarat dia harus datang sendiri ke gudang itu di kawasan Batuah, Kutai Kartanegara. Ternyata begitu sampai disana tidak ada gudang, tapi yang ada kamp batu bara dan anehnya kenapa dia suruh klien saya datang sendirian, tidak boleh ada yang temanin," jelas Dyah.
Citra sendiri mengaku menawari teman-temannya yang lain untuk membeli minyak goring melalui medsos.
"Biasanya ya lewat medsos ngajaknya, karena saya kan juga jualan online. Untuk uanganya via transfer ke saya, setelah itu saya transfer ke rekening terlapor," ujar Citra.
Bisnis minyak goreng ini sudah dilakukan Citra dengan temannya yang dilaporkan itu sejak November 2021 lalu.
"Awalnya pengiriman lancar-lancar saja, tetapi, saat Januari mulai tersendat, ya itu alasannya banyak," ujarnya.
Saat ini pihaknya masih diminta keterangan oleh pihak penyidik untuk melengkapi bukti-bukti yang ada, sehingga nantinya bisa diproses lebih lanjut.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur