Awalnya, warga setempat bernama Melandi mendengar keributan di sekitar lingkungannya. Dia mengira itu percekcokan biasa antara dua orang ini sehingga tidak dihiraukan. Namun setelahnya, ibu Melandi mengetuk-ngetuk jendela rumahnya memberitahukan ada yang terkapar bersimbah darah. Melandi diminta ibunya untuk melerai pertikaian itu.
"Saya ke luar rumah bawa dayung, untuk melerai tapi ternyata ada yang bawa mandau jadi saya mundur," kata Melandi yang merupakan atlet dayung ini kepada Korankaltim.com siang tadi.
Saat itu, pelaku terpantau sedang jongkok menghadapi korban yang terkapar kemudian bangkit dan berlalu begitu saja sambil memasukan kembali mandaunya ke dalam sarung sementara korban tidak bisa bergerak karena penuh luka.
Menurut Melandi, korban menerima luka di bagian kiri tubuhnya, mulai dari luka bacok di kepala, tengkuk, perut, hingga ke kaki. Bahkan jari kelingking kaki kirinya hampir putus. Melandi kemudian mendatangi korban, sempat memberi minum kemudian korban memuntahkan isi perut dan matanya tertutup.
"Tiba-tiba saya lihat isi perutnya keluar Saya bilang ke korban, kalau masih sadar tolong buka mata dan dia membuka mata," sebut Melandi.
Korban dievakuasi ke RSUD AM Parikesit menggunakan ambulans sekitar 30 menit usai kejadian. Melandi menyebut tidak tahu persis apa masalahnya namun belakangan diketahui ini dilatarbelakangi persoalan utang-piutang.
Informasi yang dihimpun media ini, sebelumnya korban dan pelaku pernah bertikai menggunakan pisau sebelum Tahun Baru 2022 lalu namun kejadian tersebut tidak sempat menimbulkan korban. Pelaku juga diketahui melaporkan kejadian itu ke polisi sampai akhirnya pertikaian keduanya memuncak pada hari ini.
Menurut informasi di lapangan, pelaku pergi menggunakan sepeda motor untuk menyerahkan diri.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur