Kapolsek Samarinda Kota AKP Creato Sonitehe Gulo menjelaskan pengungkapan kasus ini.
Awalnya polisi lebih dulu mengamankan KM dan ALA di sebuah guest house kawasan Kecamatan Samarinda Kota, Selasa (28/12/2021) siang lalu sekitar pukul 11.37 WITA.
Polisi kemudian mengamankan seorang lainnya yakni NH di sebuah hotel yang berada di Jalan Mulawarman Rabu (29/12/2021) sekitar pukul 01.00 WITA dini hari. “Tim siber kami berpura-pura menjadi calon pengguna jasa (prostitusi), kemudian janjian bertemu di tempat yang sudah disepakati. Kami langsung turun supaya para pelaku ini tidak berkilah saat kami amankan,” ujar Gulo.
Para pelaku ini nekat menggeluti prostitusi online karena alasan himpitan ekonomi. Namun, ketiga pelaku ini disebut be-kerja sendiri tanpa muncikari, sehingga tidak dijerat sebagai tersangka.
“Tidak diproses hukum dan mereka akan diberikan pembinaan, dan itu sudah kami koordinasikan dengan pihak UPTD (Unit Pelaksana Teknis Dinas) Perlindungan Perempuan dan Anak Samarinda,” sebutnya.
Gulo berharap dengan pengungkapan ini, prostitusi online tidak menjamur menjelang tahun baru. Pihaknya pun akan terus melakukan patroli siber untuk memberantas prostitusi online.
“Dan sejak kami mengungkap terkait kasus ini, prostitusi online di wilayah hukum kami sudah jauh menurun,” kata Gulo.
Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Perempuan dan Anak Samarinda Wiyono menuturkan, ALA, NH dan KM akan diberikan tempat bernaung, sambil berkoordinasi dengan panti khusus rehabilitasi dan pembinaan perempuan.
“Kami akan berikan pembinaan kepada mereka supaya tidak terjerumus dalam prostitusi online ini,” ujar Wiyono.
Sementara NH berdalih terpaksa terlibat prostitusi online lantaran sulitnya mencari pekerjaan.
Janda anak satu ini mengaku sebelumnya bekerja sebagai karyawan di sebuah pusat perbelanjaan. Namun, ketika Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diberlakukan, ia diberhentikan dari pekerjaannya.
“Sempat bertahan dengan uang tabungan sambil nyari kerja. Tapi tabungan habis, susah cari kerja,” kata NH.
Ia pun memutuskan untuk terjun ke prostitusi online. “Kerja begini juga baru sebulanan ini,” urainya.
Saat ditanya soal tarif, NH mengaku mematok harga mulai Rp500 ribu dan dalam sehari ia mengaku bisa melayani dua hingga tiga lelaki hidung belang. “Uangnya ya untuk keperluan sehari-hari dan untuk anak,” sebut NH.
Penulis: */Nancy
Editor: Aspian Nur