Dia menegaskan pelaku saat ini menjalani tes psikologi."Pelaku sudah diamankan tapi masih dalam pemeriksaan psikologi kita rilis kalau gak Senin atau Selasa ya,"ucapnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (25/11/2021) sore.
Saat ini polisi masih fokus pada proses penyelidikan sehingga belum dapat membeberkan secara gamblang terkait track record pelaku."Masih dalam lidik dan dikembangkan ya nanti lebih jelasnya pasti kami beberkan," singkatnya.
Untuk diketahui korban pelecehan seksual melalui Media Sosial (Medsos) berinisial R yang juga kesehariannya sebagai jurnalis perempuan resmi melaporkan kasus tersebut ke Polresta Balikpapan.
Laporan tersebut diterima petugas penyidik Polresta Balikpapan pada Senin (15/11) sore. Kepada media ini korban berinisial R menunjukan bukti laporan aduan tersebut. "Ya sudah saya laporkan ini bukti laporan aduannya, "ucap R sembari menunjukan secarik kertas surat aduan dari Polresta Balikpapan yang lengkap dibubuhi stampel Polresta Balikpapan Selasa (16/11) siang.
Dia berharap kepada Kepolisian agar bisa menangkap pelaku di mana R merasa tertekan karena diteror. Di mana pelaku yang menggunakan akun Instagram bernama @arief_wirasatya_435 kerap mengirim chat via direct mesengger perkataan tidak senonoh serta melakukan video call dan memamerkan alat kelamin pria.
"Ya merasa terganggu karena kejadian ini kan bukan sekali saja, saya juga tidak kenal dia siapa,"ujarnya.
R juga meminta dukungan kepada masyarakat agar tidak mengucilkan korban pelecehan seksual baik secara langsung maupun tidak langsung. "Paradigma yang terbangun korban selalu dikucilkan dengan alasan yang beragam, seharusnya kami didukung agar tidak ada korban berikutnya kami sudah berani melapor, kebanyakan yang gak berani melapor karena dikucilkan atau menjadi malu,"tuturnya.
Diberitakan sebelumnya seorang jurnalis perempuan di Balikpapan menjadi korban pelecehan seksual melalui media sosial instagram. Jurnalis salah satu media nasional yang kerap meliput aksi kekerasan seksual justru kini menjadi korban.
Perempuan berinisial R ini mengaku mendapat direct mesengger (DM) Instagram dari akun bernama @arief_wirasatya_435. Padahal R tidak mengenal pemilik akun tersebut. R kerap dichat oleh akun tersebut menjurus ke seksualitas.
Bahkan akun tersebut melakukan video call melalui Instagram ketika diterima oleh R, rupanya pelaku menunjukan alat kelamin pria.
"Dia nelpon terus ngasih liat alat kelamin miliknya," ungkapnya kepada media ini, Minggu (14/11/2021) sore.
Bahkan, dalam tangkapan layar DM instagram terlihat pelaku tersebut menelponya sebanyak 4 kali, namun R tidak sempat pada saat pelaku memamerkan "torpedonya" melakukan screen capture di mana untuk bukti membuat laporan.
"Awalnya mau di sc, cuman dia langsung matikan," katanya.
R yang terbiasa berselancar di dunia maya dan memiliki sikap skeptis yang tinggi kemudian menelusuri akun tersebut. Berdasarkan penelusuranya dia mendapati bahwa pemilik akun itu diperkirakan berdomisili di Balikpapan lantaran ia melihat yang di-follow rata-rata akun Balikpapan.
Tak hanya itu, R juga menemukan beberapa akun dengan nama yang sama, namun berbeda pada angka terakhirnya, "ya itukan namanya @arief_wirasatya_435 , nah ada beberapa akun dengan nama itu tapi angka belakangnya beda-beda," katanya.
Atas kejadian tersebut R berencana membuat aduan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polresta Balikpapan.
Penulis: Yudi Hadi
Editor : Bambang Irawan