AH menyebut teman wanita muda itu meminta kepada dirinya untuk membuka pintu kamar sekira pukul 04.30 WITA. Setelah berhasil dibuka, mereka terkejut menyaksikan tubuh Rabiatul sudah tergeletak bersimbah darah di lantai kamar.
"Saya langsung melapor ke menejemen hotel dan diteruskan ke polisi," imbuhnya.
Tak berselang lama, Unit Inafis Satreskrim Polresta Samarinda beserta jajaran relawan tiba di lokasi kejadian. Olah tempat kejadian perkara pun digelar dan hasilnya polisi menduga Rabiatul korban pembunuhan.
Dugaan itu dikuatkan dengan banyaknya luka tusuk yang ditemukan petugas dari tubuh Rabiatul di bagian perut.
"Kami menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," ucap Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Andika Dharma Sena melalui Kanit Inafis, Ipda Suyitno siang tadi.
Tak hanya memeriksa tubuh, Korps Bhayangkara saat itu juga mengamankan sejumlah barang dari kamar 508 sebagai alat bukti permulaan.
Barang yang diamankan petugas saat itu berupa sebotol minuman keras, charger ponsel, dua botol kecil minyak kayu putih, pisau kater, tiga alat kontrasepsi, makanan ringan dan satu lembar surat vaksin.
Petugas juga langsung mengumpulkan keterangan dari beberapa orang saksi dan melakukan evakuasi jenazah menuju RSUD AW Sjahranie.
"Jenazah korban sudah dievakuasi oleh rekan PMI ke RSUD AWS untuk menjalani visum untuk melengkapi proses hukumnya," kata Andika.
Penulis : Faishal Ays
Editor: Aspian Nur