Peristiwa bermula saat Maimunah menyeberang jalan untuk berbelanja keperluan warung makan ke toko yang berada tepat di seberang jalan dari rumah makan miliknya.
Anaknya yang saat itu melihat sang ibu menyeberang ternyata menyusul tanpa ibunya menyeberangi jalan raya. Sempat menyeberangi jalur pertama dengan aman, namun Maimunah yang kaget melihat anaknya itu sudah separuh jalan menyeberangi jalur langsung berbalik dan berlari saat baru tiba ke toko di seberang jalan dengan maksud mengejar anaknya itu.
Tak lagi melihat kondisi lalu lintas, dari arah simpang empat jalur sebelah kiri tepatnya dari Kantor Timbau melaju truk dikemudikan Parjoko.
Karena Maimunah berbalik secara mendadak, Parjoko pun kaget dan terlambat menginjak pedal rem. Akibatnya, Maimunah yang sempat menghentikan laju larinya untuk mengindari dari tertabrak truk kemudian terpeleset dan kakinya terlindas ban kiri bagian depan dan belakang dua kali.
Maimunah langsung dibawa ke RSUD AM Parikesit untuk mendapat perawatan karena paha kanannya mengalami luka serius akibat kejadian itu.
Suhermansyah, keluarga pemilik toko tempat biasa Maimunah berbelanja menjelaskan, anak Maimunah memang sering menyeberang tanpa sepengetahuan ibunya dan di lokasi tersebut juga sering kali terjadi kecelakaan.
"Dalam rentang tiga bulan pasti ada saja kejadian (tabrakan)," terang Suhermansyah kepada Korankaltim.com.
Istri Suhermansyah menimpali, setelah kejadian itu dia sempat bertanya kepada suopir truk dan dari penjelasannya diketahui kalau si supir kaget ketika melihat ibu-ibu itu berbalik badan dan langsung menyeberang ketika melihat anaknya.
"Saya tanya ke supirnya apakah dia ngebut, kok enggak lihat ada anak kecil tapi kata supirnya anak itu sudah dekat sekali jadi tidak sempat rem dan truknya tidak laju," terangnya.
Lokasi simpang empat ini memang seringkali terjadi kecelakaan, kebanyakan faktornya adalah kurang tertibnya pengendara dan tidak mau mengalah satu sama lain saat ingin memasuki jalur dua ini.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur