Dari rumah kontrakan Juwanah, polisi menemukan tali rafia warna hitam sepanjang 1 meter yang terletak di ruang tamu.
Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Andika Dharma Sena melalui Kasubnit Inafis, Aipda Harry Cahyadi mengatakan tali rafia itu akan jadi bukti apakah sama dengan yang ditemukan di lokasi penemuan jasad almarhumah.
"Waktu di lokasi penemuan jasad kamu juga menemukan tali rafia di lehernya, makanya mau dipastikan apakah tali yang ditemukan di rumahnya sama dengan yang ada di sana. Kalau memang sama, berarti memang ada unsur perencanaan dalam kasus pembunuhan ini," papar Harry.
Polisi juga memeriksa mobil wanita yang akrab disapa Julia itu yang terparkir di garasi kontrakan namun tidak menemukan bukti apapun yang mengarah ke kasus pembunuhan.
“Mobil tersebut sempat dibawa rekan almarhumah, sementara mobil yang digunakan saat kejadian adalah mobil kantor yang sekarang kami amankan di Polresta Samarinda. Nanti kami periksa lagi," sebut Harry.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Korankaltim.com dari sumber terpecaya, Juwanah sempat melakukan panggilan video atau video call Senin (6/9/2021) sekitar pukul 15.00 WITA dengan seseorang. Saat itu Juwanah berada di kantornya kawasan Kompleks Mal Lembuswana dan itu berlangsung sehari sebelum dirinya menghilang.
Sekitar pukul 21.00 WITA Juwanah sempat menghubungi suaminya, tetapi tidak diangkat dan keesokan harinya tanggal 7 September barulah sang suami mengetahui sejak malam istrinya menghilang tanpa kabar karena ponselnya sudah tidak aktif.
Pesan singkat yang dikirim sang suami tak kunjung dibalas dan sang suami pun mendapatkan kabar dari sepupu Juwanah kalau di kontrakannya tidak ada tanda-tanda keberadaan sang istri.
Hari Rabu (8/9/2021), ada kejanggalan, dimana satu persatu pesan yang masuk ke ponsel Juwanah baik dari teman kantor maupun dari suaminya tak berbalas.
Pesan singkat yang masuk ke ponsel suami dari ponsel istrinya mengabarkan jika Juwanah pulang ke kampung Muara Ancalong kerena ibunya sakit.
Tetapi setelah ditelusuri orangtua almarhumah di kampung dalam keadaan baik-baik saja.
Sang suami pun mencurigai jika pesan yang masuk ke ponselnya tersebut bukanlah dari istrinya, apalagi gaya bahasa pesan Juwanah juga tidak seperti yang biasanya.
Juwanah ditemukan jasadnya di jalan poros Tenggarong, Kutai Kartanegara – Samarinda, tepatnya di Desa Loa Lepu Kilometer 8 pada 24 September lalu setelah menghilang sejak tanggal 7 September.
Saat ditemukan kondisinya mengenaskan, tinggal tulang tengkorak berlapis sweater motif bunga warna biru donker dan celana jenis leging warna hitam.
Belakangan diketahui kalau Juwanah dihabisi supir kantor tempat dirinya bekerja berinisial RN berusia 35 tahun yang awalnya mengaku kalau Juwanah adalah pacaranya namun keterangan itu ternyata tidak benar karena keduanya hanya rekan kerja. Faktor kesulitan keuangan membuat RN nekat menghabisi nyawa Juwanah saat itu.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur