Kemudian, tim Inafis Polresta Samarinda langsung melakukan pengecekan ke indekos perempuan yang dimaksud di kawasan Samarinda Ulu. "Saat kami cek ke sana, ternyata benar perempuan berinisial NA ini usai melakukan aborsi, ya kemungkinan dia ini hamil di luar nikah," tuturnya.
Polisi mendapati satu buah pot tanaman yang berisi pasir dan di dalamnya terdapat janin bayi. "Itu diperkirakan sudah sekitar dua sampai tiga hari lalu, karena sudah tercium aroma tak sedap," ujarnya.
Ia menambahkan berdasarkan informasi yang diterima, perempuan tersebut menggugurkan kandungannya dengan mengkonsumsi obat-obatan yang dibeli secara online. "Kalau usia janinnya ini, sekitar enam atau tujuh bulan," imbuhnya.
Fahrudi juga mengatakan berdasarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal, yang dilakukan bersama Unit Inafis Polresta Samarinda, kuat dugaan pelaku mengarah ke aborsi.
"Tetapi, kami belum bisa memastikan, karena masih akan kami selidiki lebih lanjut, dan terkait dengan pasal apa yang akan dikenakan kepada NA, karena ini masih tahap awal," bebernya.
Untuk saat ini, pelaku telah diamankan dan untuk janin akan dilakukan visum. "Barang bukti yang kami amankan, berupa obat-obatan, botol minuman bersoda serta pakaian pelaku," tandasnya.
Sementara, pemilik indekos Arya (38) mengatakan merasa kaget melihat indekosnya ramai dengan warga. "Saya kaget juga, karena baru pulang vaksin, bilangnya ada mayat. Tetapi, biasanya itu kalau ada apa-apa anak kos langsung nelpon," katanya saat ditemui di indekosnya sore tadi.
Ia menanbahkan jika NA ini baru menyewa di indekosnya tersebut baru sekitar dua bulan belakangan terakhir. "Kalau di sini baru sekitar dua bulanan, dan informasinya dia dari Bontang. Dia masih mahasiswi, ya bilangnya waktu masuk sudah penelitian," terang Arya.
Arya mengaku jika NA ini merupakan kesehariannya tertutup dan jarang berinteraksi dengan sekitar. "Mungkin karena banyak pikiran kali ya. Tetapi, saya juga sempat perhatikan terlihat seperti orang bingung, bolak balik di depan kos," katanya. "Biasanya kalau dia keluar, selalu pakai mukena jadi tidak kelihatan kalau dia hamil atau tidak," sambungnya.
Penulis : Nancy
Editor : Bambang Irawan