AG langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Rivai untuk mendapatkan pertolongan. Namun nahas sesampainya di rumah sakit, nyawa AG tidak tertolong. “Sementara rekan lelaki korban lainnya, yakni PU mengalami panas di dada,” jelasnya.
Budi menambahkan, beruntung nyawa PU sempat tertolong dan saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Abdul Rivai.
Sementara sang pemberi minuman, HK langsung digelandang ke Mapolsek Sambaliung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dikatakan Budi, berdasarkan keterangan HK, pada Jumat (10/9) lalu, ia memberikan sebotol air mineral kepada AG. Ia mengatakan kalau botol tersebut berisi minuman keras, berjenis Ciu.
“Teman-temannya percaya kalau itu adalah Ciu. Kemudian pada Sabtu (11/9) malam, mereka pesta minuman keras dan terjadilah insiden tersebut,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, saat diinterogasi, HK mengaku bahwa botol yang ia berikan kepada AG bukanlah Ciu, melainkan hand sanitizer yang ia dapatkan dari lokasi ia bekerja. “Jadi yang diberikan itu bukan miras, namun hand sanitizer,” singkat Budi.
Dari tangan HK, polisi mengamankan barang bukti berupa sisa hand sanitizer yang berada di dalam botol air mineral ukuran satu liter yang diminum para korban, satu gelas plastik air mineral dan sisa hand sanitizer dalam jeriken 5 liter yang HK peroleh dari tempat ia bekerja sebagai pengupas kepiting rajungan.
Penulis : */Rama
Editor : Bambang Irawan