"Ini adalah kali kedua kegiatan screening bagi warga binaan dilakukan di lapas, sebelumya pada bulan Juni 2021 kegiatan serupa telah dilaksanakan dengan jumlah sampel sebanyak 400 orang WBP," kata Kalapas Tenggarong Agus Dwirijanto saat memantau langsung kegiatan, Senin (6/9/2021).
Screening ini menggunakan metode rapid test, sehingga hasil dapat segera diketahui, jika nantinya terdapat Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang positif TB-HIV akan dilakukan perawatan lebih lanjut sesuai SOP yang telah ditentukan.
"Kegiatan ini adalah wujud komitmen pemerintah daerah Kutai Kartanegara dalam usaha pencegahan dan tracking terhadap penyakit TB-HIV tidak terkecuali bagi warga binaan di dalam Lapas Tenggarong," terang penanggung jawab kegiatan dari Dinkes Kukar, Nurhasanah.
Kegiatan ini juga melibatkan kader kesehatan Lapas Tenggarong yang merupakan warga binaan yang dipilih dalam membantu layanan kesehatan didalam lapas, serta tetap mematuhi protokol kesehatan.
Perawat Klinik Lapas Tenggarong, Faisal Hafid menegaskan, sasaran dari kegiatan ini adalah seluruh warga binaan dapat di screening. "Data awal yang kami serahkan kepada pihak dinkes kurang lebih sebanyak 1.200 orang warga binaan, selain warga binaan (tahanan) yang baru dikirim ke Lapas tlTenggarong dan semoga tahun berikutnya kegiatan serupa dapat dilaksanakan lagi," terangnya.
Penulis Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan