Kapolsek Palaran AKP Roganda kepada Korankaltim.com menjelaskan hal tersebut. “Titik api awalnya dari dalam ruang turbin," kata Roganda pagi ini.
Dari keterangan Syahrul, sekuriti di tempat tersebut, dari pos jaga sekitar pukul 03.00 WITA dirinya melihat asap putih dan langsung melaporkan kepada rekan sekuriti lainnya bernama Hendrik. Mereka kemudian pergi untuk mengecek namun tak lama terdengar suara ledakan dan api langsung membesar.
"Syahrul langsung mendatangi pos pemadam kebakaran dan Hendrik mendatangi lokasi kebakaran di ruang turbin yang berjarak sekitar 200 meter dari pos jaga," sebut Roganda lagi.
Setengah jam kemudian pemadam kebakaran Posko 6 tiba di tempat kejadian "Yang terbakar ruang turbin berukurun 20 meter x 20 meter, berdinding seng almunium jenis KR9, tiang rangka besi WF 400 dan tulangan CNP, atapnya dari seng. Di dalamnya ada mesin kran, mesin dinamo, panel listrik tapi sudah tidak berfungsi. Penyebab kebakaran kemungkinan karena korsleting listrik, kerugian material belum diketahui," sambungnya.
Dari PT Samarinda Terminal Multiguna sendiri enggan musibah ini diusut dan tidak keberatan atas kejadian tersebut.
"Mereka tidak keberatan, karena tidak ada korban jiwa. Tetapi kami tetap akan menunggu pernyataan dari pihak perusahaan," jelas Roganda.
Gedung yang terbakar tersebut diketahui sebelumnya adalah perusahaan plywood, tetapi sudah tak beroperasi selama 24 tahun. "Makanya sekarang mereka hanya melayani penyewaan gedung saja," tutup Roganda.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur