Dia mengimbau, siapapun warga Loa Janan atau daerah lainnya yang merasa kehilangan anggota keluarga bisa mendatangi Satuan Reserse Kriminal Polres Kukar.
"Saat ini jasad Mrs X berada di RS Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Berdasarkan hasil otopsi sementara, belum ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan," kata Arwin kepada Korankaltim.com, Kamis (12/8).
Kasatreskrim Polres Kukar AKP Herman Sopian menyebutkan, pembusukan pada tubuh mayat menyulitkan pengungkapan indentitas Mrs X. Kematiannya diperkirakan sudah lebih dari satu Minggu.
"Kalau masih lengkap bisa kita kenali dari wajah sama sidik jari kan. Ini kondisinya hancur semua," ungkapnya.
Disebutkannya, hasil pemeriksaan otopsi oleh di RS AW Sjahranie Samarinda belum diketemukan tanda-tanda yang mengarah ke tindak pidana. Sehingga langkah yang harus diambil adalah dengan mengungkap identitas korban.
Petunjuk lainnya adalah gelang tasbih warna hitam dan seuntai kalung dengan liontin perak ditemukan di badan korban.
"Sudah kita umumkan juga sampai ke desa-desa, di sana tidak ada tuh (yang merasa kehilangan, red)," pungkasnya.
Sebelumnya, warga desa Loa Duri Ilir dibuat geger atas penemuan mayat Mrs X di kebun warga.
Awalnya, salah satu saksi bernama Yohanes (53) waktu itu hendak mengambil air aren di kebun milik saksi lainnya bernama Madius (66). Saat itu dia mencium bau busuk di sekitarnya. Setelah ditelusuri asal bau tersebut, ditemukan sesosok mayat dalam posisi tengkurap dibungkus menggunakan dua buah karung warna putih di bagian kepala dan kaki.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Bambang Irawan