"Saya lagi ngepel lantai di dalam, terus melihat dia keluar dari kamar, waktu saya mau ngepel di luar hotel, dia sudah tergeletak di depan. Waktu dia keluar kamar saya lihat, tetapi dia ngapain di depan tidak tahu, jadi lihatnya pas sudah tergeletak," papar wanita 30 tahun ini.
Informasi yang didapat Siti dari resepsionis hotel menyebutkan kalau Choirul sudah menginap selama enam hari.
"Informasinya sudah sekitar 6 hari menginap dan dia bukan warga Samarinda, kalau tidak salah dari Gresik," ujar Siti lagi.
Siti mengaku tidak tahu apakah selama enam hari mengingat almarhum terlihat sakit atau tidak. "Tidak tahu juga, tapi kalau jalan dia seperti bungkuk kayak orangtua," paparnya.
Setelah mengetahui Choirul meninggal dunia, pihak hotel langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pengelola, kemudian pengelola melaporkan kepada polisi.
Polsek Samarinda Ulu pun berkoordinasi dengan Inafis Polresta Samarinda untuk melakukan evakuasi serta identifikasi.
Kasubnit Inafis Polresta Samarinda Aipda Harry Cahyadi mengatakan setelah mendapatkan laporan pihaknya bersama relawan Inafis langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Informasi yang kami terima, almarhum ini dari luar Samarinda dan melakukan isolasi mandiri (Isoman)," kata Harry.
"Dia kesini untuk tugas pekerjaan, jadi sampai disini langsung isoman. Kalau dari identitasnya almarhum warga Gresik, Jawa Timur," sambungnya.
Dari hasil pemeriksaan polisi tak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh Choirul. "Setelah mengevakuasi jenazah menggunakan ambulans PMI, kami langsung melakukan sterilisasi di kamar tempat almarhum menginap, menyemprot disinfektan dan mengamankan barang-barang milik almarhum seperti identitas serta obat-obatan," papar Harry.
Jenazah Choirul langsung dibawa ke RSUD AW Sjahranie untuk divisum. "Dugaan penyebabnya kami belum tahu, masih tunggu hasil visum dari rumah sakit," tutup Harry.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur